muhamad gunawan

Just another WordPress.com site

Penilaian Objektif Paket Program Niaga

PENILAIAN OBJEKTIF

Paket Program Niaga

Disusun oleh :

 

Nama                   : Muhamad Gunawan

NIM                     : 1133468609

Jurusan                 : Sistem Komputer

Konsentrasi          : CCIT

Dosen                   : Muhamad Yusup, S.Kom.

SEKOLAH TINGGI ILMU KOMPUTER RAHARJA

JL. Jend Sudirman No. 40 Modern Cikokol – Tangerang, Banten 15117

Phone : (021) 5529692 – 5529586

Fax : (021) 5529741

TANGERANG

2011

 

 

 

Kata Pengantar

 

Puji syukur senantiasa saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan karunianyalah sehingga saya bisa menyelesaikan tugas pengantar Teknologi Informasi dengan tepat waktu.

Tidak lupa saya mengucapkan rasa terima kasih kepada pihak yang telah memberikan dorongan dan bimbingan dalam penyelesaian tugas mandri ini.Terima kasih penulis ucapkan kepada:

1. Kepada tuhan yang maha esa
2. Muhamad Yusup, S.Kom. selaku dosen yang telah memberikan arahan dan bimbingan.
3. Kepada orang tua dan rekan-rekan yang banyak memberikan semangat dan    dukungan kepada saya

Penyusun menyadari bahwa penyusun tugas mandiri ini tidak luput dari kesalahan dan kekurangan baik isi maupun penyajiannya. Untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun semangat penyusun harapkan untuk kebaikan dalam penyusunantugas mandiri berikutya.

Penyusun berharap semoga tugas mandiri ini bermanfaat bagi semua pihak terutama bagi Mahasiswa Perguruan Tinggi Raharja khususnya bagi penyusun sendiri.

  1. Memiliki account Live@Edu (sebelum UTS) dan Group email pada Live@Edu > 40X  (bobot:100)

Status: tercapai (100%)

Keterangan: saya telah memiliki account live@edu dan memiliki send item sebanyak 69X dari 40X yang telah ditentukan.

  1. AB untuk video presentasi (bobot: 50)

Status: tercapai (100%)

Keterangan: saya telah membuat AB untuk video presentasi tentang “firates of sillicon valley” yang menjelaskan tentang sejarah berdirinya Apple dan Microsoft.

Annotated Bibliographies

 

Format Pelaporan      :

 

Pertemuan Ke : 3 Kode Kelas : M-202
NIM : 1133468609 Mata Kuliah / Sks : pengantar teknologi informasi
Nama Mahasiswa : muhamad gunawan Nama Dosen : muhamad yusuf

 

 

Tema   : Pirates of silicon valley

Sumber            : wordpres

Rangkuman     : film Pirates of silicon valley

Tugas Ke # : 1 © Perguruan Tinggi Raharja
Tanggal : 10-10-2011 Get The Better Future By Computer Science

Syarat-syarat tugas :

  1. Rangkuman tidak lebih dari ½ halaman kertas A4
  2. Hardcopy dikumpulkan dalam waktu 1 minggu setelah penugasan
  3. Softcopy dikumpulkan melalui email ke urahardja@yahoo.com
  4. Setiap mahasiswa harus berbeda sumber dan pokok bahasannya.
  5. Bentuk laporan harus sesuai ketentuan yang diberikan
  1. Mengikuti Raharja Career (Bobot: 100)

Status: tercapai (100%)

Keterangan: saya telah mengikuti raharja career.

Tugas Mandiri Pada Raharja Career

Nim: 1133468609

Nama: Muhamad Gunawan

                         Sumber: Muhamad Ridwan Harahap. 0711460249. System Informasi Manajeme

2.  Wawancara:

                        Butuh berapa lama kakak menyelesaikan product?…

Jawab: 5 bulan

                        Software apa saja yang digunakan dalam pembuatan product?…

Jawab: bahasa pemrograman PHP dan MySQL sebagai databasenya dan Dreamweaver sebagai editornya.

                        Keunggulan apa yang di tonjolkan oleh product?…

Jawab: perancangan dibuat senyaman mungkin dalam melakukan proses absensi dan rekap absensi.

                        Inovasi apa yang terkandung didalam produk?…

Jawab: program yang dibuat dirancang sedemikian rupa agar user merasa nyaman dengan tampilan yang tidak membosankan seperti perpaduan warna dengan background dan fungsi-fungsi tombol yang mudah dimengerti oleh user sehingga sangat kecil kemungkinan salah terhadap data yang dimasukan

Metode: sistem absensi online merupakan suatu sistem yang dirancang untuk pelayanan dan pengolahan data absensi menggunakan komputer, dimana sistem ini dapat mengakomodir dan mengatasi masalah- masalah pada sistem absensi dan pengolahan data yang dilakukan secara manual

Relevansi metode yang digunakan dengan mata kuliah yang saya ikuti

                        Menulis Nama, Nim, Jurusan dan judul product/sistem yang lain dan serupa/sejenis dengan product/sistem yang di observasi

Nanik Kurniasari. 0823360959. Komputerisasi Akuntansi. “perancangan sistem informasi penggajiankaryawan pada PT. PRATAMA ABADi INDUSTRI”.

Manfaatnya adalah program yang dibuat dirancang sedemikian rupa agar user merasa nyaman dengan tampilan yang tidak membosankan seperti perpaduan warna dengan background dan fungsi-fungsi tombol yang mudah dimengerti oleh user sehingga sangat kecil kemungkinan salah terhadap data yang dimasukan.

4. Menghasilkan poster session (wajib ada pada PO semua mata kuliah iLearning) (bobot: 100)

Status : tercapai (100%)

Keterangan: saya telah memberikan kontribusi untuk pembuatan poster session ukuran besar.

5.   Menghasilkan paper di jurnal ilmiah (wajib ada pada PO semua mata kuliah iLearning) (bobot: 100)

Status: tercapai (100%)

Keterangan: pada semester ini saya telah membuat jurnal ilmiah yang berjudul “Cloud Computing”

ALGORITMA UMUM PENCARIAN INFORMATION DALAM SISTEM TEMU KEMBALI INFORMASI BERBASIS METODE VEKTORISASI KATA DAN DOKUMEN

 

 

 

Disusun oleh :

Nama : Muhamad Gunawan

NIM : 1133468609

Jurusan : Sistem Komputer

Konsentrasi : CCIT

SEKOLAH TINGGI ILMU KOMPUTER RAHARJA

JL. Jend Sudirman No. 40 Modern Cikokol – Tangerang, Banten 15117

Phone : (021) 5529692 – 5529586

Fax : (021) 5529741

TANGERANG

2011

Abstract

Information retrieval (IR) system is a system, which is used to search and retrieve information relevant to the users needs. IR system retrieves and displays documents that are relevant to the users input (query). The information retrieval system has several steps and must execute the steps in order to obtain query result. The steps consist of two processes. The firs one in processing query and the second one is processing the documentw collection. Processing query includes: conduct text operation, query formulation, and make terms index for query. Processing the document collection includes: conduct text operation, indexing, and make collection index for document collection. Obtaining terms index and collectin index, we are able to process terms index and collection index to obtain ranking result. To obtain ranking result requires knowledge from basic linear algebra. This paper also explores how to make ranking from the most relevant documents to the most irrelevant documents.

Abstrak

Pengambilan informasi (IR) sistem adalah sistem, yang digunakan untuk mencari dan mengambil informasi yang relevan dengan kebutuhan pengguna. Sistem IR mengambil dan menampilkan dokumen-dokumen yang relevan ke input pengguna (permintaan). Sistem temu kembali informasi memiliki beberapa langkah dan harus melaksanakan langkah-langkah dalam rangka untuk memperoleh hasil query. Langkah-langkah terdiri dari dua proses. Pohon-pohon cemara satu di pemrosesan query dan yang kedua adalah pengolahan koleksi documentw. Pengolahan permintaan mencakup: melakukan operasi teks, formulasi query, dan membuat indeks istilah untuk query. Pengolahan koleksi dokumen meliputi: melakukan operasi teks, pengindeksan, dan membuat indeks koleksi untuk koleksi dokumen. Memperoleh Indeks istilah dan indeks collectin, kami dapat memproses indeks istilah dan indeks koleksi untuk mendapatkan hasil peringkat. Untuk mendapatkan hasil peringkat memerlukan pengetahuan dari aljabar linear dasar. Makalah ini juga menjajaki bagaimana membuat peringkat dari dokumen-dokumen yang paling relevan ke dokumen yang paling relevan.

                        Pendahuluan

 

Information retrieval (IR) system digunakan untuk menemukan kembali (retrieve) informasi-informasi yang relevan terhadap kebutuhan pengguna dari suatu kumpulan informasi secara otomatis.

Salah satu aplikasi umum dari IR system adalah search engine atau mesin pencari yang terdapat pada jaringan internet. Pengguna dapat mencari halaman-halaman web yang dibutuhkannya melalui search engine. Contoh lain dari IR system adalah systeL    informasi perpustakaan.

IR system terutama berhubungan dengan pencarian informasi yang isinya tidak memiliki struktur. Ekspresi kebutuhan pengguna yang disebut query, juga tidak memiliki struktur. Hal ini yang membedakan IR system dengan sistem basis data. Dokumen adalah contoh informasi yang tidak terstruktur. Isi dari suatu dokumen sangat tergantung pada pembuat dokumen tersebut.

Sebagai suatu system, IR system memiliki beberapa bagian yang membangun sistem secara keseluruhan. Bagian-bagian yang terdapat pada IR system digambarkan pada Gambar 1

Gambar 11 bagian-bagian information retrieval system

Gambar 2 memperlihatkan bahwa terdapat dua buah alur operasi pada IR system. Alur pertama dimulai dari koleksi dokumen dan alur kedua dimulai dari query pengguna. Alur pertama yaitu pemrosesan terhadap koleksi dokumen menjadi basis data indeks tidak tergantung pada alur kedua. Sedangkan alur kedua tergantung dari keberadaan basis data indeks yang dihasilkan pada alur pertama.

Bagian-bagian dari IR system menurut gambar 2 meliputi:

  1. Text Operations (operasi terhadap teks) yang meliputi pemilihan kata-kata dalam query maupun dokumen (term selection) dalam pentransformasian dokumen atau query menjadi term index (indexs dari kata-kata)
  2. Query formulation (formulasi terhadap query) yaitu memberi bobot pada indeks kata-kata query.
  3. Ranking (perangkingan), mencari dokumen-dokumen yang relevan terhadap query dan mengurutkan dokumen tersebut berdasarkan kesesuaiannya dengan query.
  4. Indexing (pengindeksan), membangun basis data indeks dari koleksi dokumen. Dilakukan terlebih dahulu sebelum pencarian dokumen dilakukan.

IR system menerima query dari pengguna, kemudian melakukan perangkingan terhadap dokumen pada koleksi berdasarkan kesesuaiannya dengan query. Hasil perangkingan yang diberikan kepada pengguna merupakan dokumen yang menurut system relevan dengan query. Namun relevan dokumen terhadap suatu query merupakan penilaian pengguna yang subjektif dan dipengaruhi banyak faktor seperti topik, dan perwakilan, sumber informasi maupun tujuan pengguna.

Model IR system menentukan detil IR system yaitu meliputi representasi dokumen maupun query, fungsi pencarian (retrieval function) dan notasi kesesuaian (relevance notation) dokumen terhadap query.

Terhadap beberapa model IR system seperti model boolean dan model ruang vektor. Dalam tulisan ini, model ruang vektor dipilih karena model ruang vektor mampu menghasilkan dokumen-dokumen terurut berdasarkan kesesuaian dengan query. Dan juga query didalam model ruang vektor dapat berupa kumpulan kata-kata dari pengguna dalam ekspresi bebas.

2. Model ruang vektor

Misalkan terdapat jumlah n kata yang berbeda sebagai kamus kata (vocabulary) atau indeks kata (terms index). Kata-kata ini akan membentuk ruang vektor yang memiliki dimensi sebesar n. Setiap kata i dalam dokumen atau query diberikan bobot sebesar wi. Baik dokumen maupun query yang di representasikan sebagai vektor berdimensi n.

Sebagai contoh terdapat 3 buah kata (T1, T2 dan T3), 2 buah dokumen (D1 dan D2) serta sebuah query Q. Masing-masing bernilai:

D1= 2T1 + 3T2 + 5T3 ; D2 = 3T1 + 7T2 + 0T3 + 2T3

Maka representasi grafis dari ketiga vektor ini adalah seperti gambar 3

Koleksi dokumen direpresentasikan pula dalam ruang vektor sebagai matriks kata-dokumen (terms-documents matrix). Nilai dari elemen matriks wij adalah bobot kata i dalam dokumen j.

Misalkan terdapat sekumpulan kata T sejumlah m, yaitu T = (T1, T2, …., Tm) dan sekumpulan dokumen D sejumlah n, yaitu D = (D1, D2, ….., Dn) serta wij adalah bobot kata i pada dokumen j.

Maka gambar 4 adalah representasi matriks kata-dokumen

Penentuan relevansi dokumen dengan query dipandang sebagai pengukuran kesamaan (similarity measure) antara vektor dokumen dengan vektor  query. Semakin “sama” suatu vektor dokumen dengan vektor query maka dapat dipandang semakin relevan dengan query. Salah satu pengukuran kesesuaian yang baik adalah dengan memperhatikan perbedaan arah (direction difference) dari kedua

vektor tersebut. Perbedaan arah kedua vektor dalam geometri dapat dianggap sebagai sudut yang terbentuk oleh kedua vektor. Gambar 5 mengilustrasikan kesamaan antara dokumen D1 dan D2 dengan query Q. Sudut 01 menggambarkan kesamaan dokumen D1 dengan query sedangkan sudut 02 menggambarkan kesamaan dokumen D2 dengan query.

Jika Q adalah vektor query dan D adalah vektor dokumen, yang merupakan dua buah vektor dalam ruang berdimensi-n, dan 0 adalah sudut yang dibentuk oleh kedua vektor tersebut. Maka

Merupakan norm atau panjang vektor di dalam ruang berdimensi-n perhitungan kesamaan (similarity) kedua vektor adalah sebagai berikut:

Metode pengukuran kesesuaian ini memiliki beberapa keuntungan, yaitu adanya normalisasi terhadap panjang dokumen. Hal ini memperkecil karena dokumen yang panjang kedua vektor digunakan sebagai faktor normalisasi. Hal ini dipergunakan karena dokumen yang panjang cenderung mendapatkan nilai yang besar dibandingkan dokumen yang lebih pendek.

Proses perangkingan dari dokumen dapat dianggap sebagai proses pemilihan (vektor) dokumen yang dekat dengan (vektor) query, kedekatan ini diindikasikan dengan sudut yang dibentuk. Nilai cosinus yang cenderung besar mengindikasikan bahwa dokumen cenderung sesuai query. Nilai cosinus sama dengan 1 mengindikasikan bahwa dokumen sesuai dengan query.

3. Pembobotan Kata

Bagian sebelumnya membahas mengenai metode pengukuran kesesuaian anatara dokumen dan query dalam model ruang vektor. Dokumen maupun query direpresentasikan sebagai vektor berdimensi-n. Bagian ini akan membahas mengenai nilai dari vektor atau bobot kata dalam dokumen.

Salah satu cara untuk memberi bobot terhadap suatu kata adalah memberikan nilai jumlah kemunculan suatu kata (term frequency) sebagai bobot. Semakin besar kemunculan suatu kata dalam dokumen akan memberikan nilai kesesuaian yang semakin besar.

Faktor lain yang diperhatikan dalam pemberian bobot adalah kejarang munculan kata (term scarcity) dalam koleksi. Kata yang muncul pada sedikit dokumen harus dipandang sebagai kata yang lebih penting (uncommon terms) daripada kata yang muncul pada banyak dokumen. Pembobotan akan memperhitungkan faktor kebalikan frekuensi dokumen yang mengandung suatu kata (inverse document frequency). Hal ini merupakan usaha dari George Zipf. Zipf mengamati bahwa frequency dari sesuatu cenderung kebalikan secara proporsional dengan urutannya.

Faktor terakhirnya adalah faktor normalisasi terhadap panjang dokumen. Dokumen dalam koleksi dokumen memiliki karakteristik panjang yang beragam. Ketimpangan terjadi karena dokumen yang panjang akan cenderung mempunyai frequency kemunculan kata yang besar. Sehingga untuk mengurangi ketimpangan tersebut dibutuhkan normalisasi dalam pembobotan.

Perbedaan antara normalisasi pada pembobotan dan perangkingan adalah normalisasi pada pembobotan dilakukan terhadap suatu kata dalam suatu dokumen sedangkan pada perangkingan dilakukan terhadap suatu dokumen dalam koleksi dokumen.

Pembonotan yang dianggap paling baik adalah menggunakan persamaan

Untuk pembobotan kata i (qi) pada query. Dengan tfi adalah frekuensi kemunculan kata i, ni banyak dokumen yang mengandung kata i dan n jumlah dokumen pada koleksi.

4. Kesimpulan

Pengguna menggunakan IR system sebagai alat bantu untuk dapat mencari dokumen yang sesuai dengan query pengguna. Di dalam IR system, terdapat beberapa proses yang harus dilakukan sehingga IR system dapat daftar ranking dokumen dari dokumen yang paling relevan dengan query sampai dengan dokumen yang tidak relevan dengan query.

Model IR system yang digunakan dalam tulisan ini adalah model ruang vektor. Di dalam model ruang vektor, query dan dokumen direpresentasikan sebagai vektor-vektor kesesuaian vektor query dengan vektor-vektor dokumen dihitung dengan menggunakan aljabar linear sederhana.

PUSTAKA

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Setiawan, Hendra (2002), Umpan Balik Relevansi pada Sistem Temu Kembali Informasi, Tugas Akhir Departemen Teknik Informatika ITB.

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Rijsbergen, C.J. van (1979), Information Retrieval, Butterworths, London.

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Taryana, Acep. 2010. Penerapan Teknik Clustering Basis Data, Study Kasus: Sistem Informasi Akademik Unsoed. Proseding Seminar Nasional Ilmu Komputer, hal. 26-32. Universitas Diponegoro, Semarang.

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Few, Stephen. 2004. Information Dashboard Design: The Effective Visual Communication of Data. O’Reilly.

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Jacob, Bill (1990), Linear Algebra, W.H. Freeman and Company.

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Rijsbergen, C.J. van (1979), Information Retrieval, Butterworths, London.

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Gaspersz Vincent. 2003. Balance Scorecard dengan Six Sigma untuk Organisasi Bisnis dan Pemerintahan. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

6. Menghasilkan hibah (wajib ada pada PO semua mata kuliah iLearning) (bobot: 100)

Status: tercapai (100%)

Keterangan: saya tidak membuat proposal hibah namun digantikan dengan praktikum bebas di REC sebanyak 5 kali kehadiran.

  1.  Mengikuti minimal 2 training IT (wajib ada pada PO semua mata kuliah iLearning) (bobot: 150)

Status: tercapai (50%)

Keterangan: saya telah mengikuti training IT sebanyak 1 kali dari 2 kali yang telah ditentukan.

8. Melampirkan nilai quiz (bobot: 50)

Status: tercapai

Keterangan: saya telah mengikuti 5 kali quiz

Quiz Pertemuan 2

 

Nama   : Muhamad Gunawan

Nim                 : 1133468609

Kelas   : M-202

  1. True
  2. True
  3. False
  4. True
  5. True
  6. True
  7. True
  8. True
  9. False
  10. True

Quiz Pertemuan 7

 

Subjek: Tugas PTI Pertemuan 7 dikerjakan di notes :

 

Tugas PTI Pertemuan 7 dikerjakan di notes :

 

  1. 1.      Konversikan bilangan Biner ke Desimal

1010101bin

101,01bin

 

  1. 2.     Konversikan bilangan desimal ke oktal

64des

 

  1. 3.     Konversikan bilangan oktal ke desimal

1165okt

 

  1. 4.     Konversikan bilangan heksadesimal berikut ke desimal 

A7F

56,DF

 

  1. 5.     Konversikan bilangan Biner ke heksadesimal

100100100bin

 

Jawaban

 

1. 1010101bin = 85des

 101,0= 5,25des

 

2. 64/8 = 8.    0

    8/8 = 1.          0

    1/8=0.            1

= 100 Okt

 

3. 1165okt berarti :

   = 1 X 8.8.8 + 1 X 8.8+ 6 X 8 + 5 X 8(pangkat1)

= 512+64+48+5= 629des

 

4. A7F = 10.16.16 + 7.16+ 15.16(pangkat)1 =

               = 2560 + 112 + 15 =

               = 2687des

 

56, DF = 5.16+6.16(pangkat) 0+13.16(pangkat)-2+15.16(pangkat)-1

               = 86,871des

 

  1. 5.       100100100 = 124 des

 

 

 

 

 

Quiz Pertemuan 9

 

  1. Communications chanel = media on which data, instructions, or informations travel (benar)
  2. Internet telephony=sound over ID (benar)
  3. Web services are software that allow people to share information (salah)
  4. Metropolitan Area Network (MAN) connects LANs in city (benar)
  5. Peer-to-peer network is simple network that connects more than 10 computers (salah
  6. This is a picture of bus network (salah)
  7. In star network, all data transferred from one computer to another passes through hub (benar)
  8. Standard 802.11                      Transfer Rates 1 or 2 Mbps (benar)
  9. RFID= Radio Fre (benar)
  10. Extranet does not allow costomers or suppliers to access part of company’s intranet (benar)

Quiz Pertemuan 10

 

 

  1. Program yang menyediakan sebuah interface untuk berkomunikasi antar satu   dengan yang lainnya disebut communications software (benar)
  2. PSTN adalah singkatan dari Public Switched Telecomunication Network (salah)
  3. Koneksi sementara menggunakan line telepon untuk berkomunikasi disebut Trial-up line (benar)
  4. ADSL adalah singkatan dari Asymmetric Digital Subscriber Line (benar)
  5. ADSL lebih cepat menerima data daripada mengirim data (benar)
  6. ISDN dan DSL modem mengirim dan menerima data melalui ISDN dan DSL Line (benar)
  7. NIC menghubungkan komputer-komputer dan mengirimkan data untuk memperbaiki tujuan pada jaringan (salah)
  8. Dial-Up modem mengkonversi sinyal digital menjadi sinyal analog atau sebaliknya (benar)
  9. Menghubungkan komputer-komputer pada home network via kabel disebut juga powerline cable (salah)
  10. Alat komunikasi hanya terdiri dari wireles access point, hub, dan router (benar)

Perbedaan antara hub dan router

Jawab=

Hub

Suatu perangkat yang memiliki banyak port yang akan menghubungkan beberapa node (komputer) sehingga membentuk suatu jaringan pada topologi star.

Cara Kerja:

Ketika sebuah paket tiba di salah satu port, paket itu akan disalin ke port-port yang lain di hub. Atau dengan kata lain hub hanya menyalin data ke semua simpul yang terhubung ke hub. Hal ini menyebabkan unjuk kerja jaringan akan lambat.

Hub dengan spesifikasi 10/100Mbps harus berbagi bandwidth dengan masing-masing port. Jadi ketika hanya satu PC yang menggunakan, akan mendapat akses bandwith yang maksimum yang tersedia. Namun, jika beberapa PC beroperasi atau di gunakan pada jaringan tersebut, maka bandwidth akan dibagi kepada semua PC, sehingga akan menurunkan kinerja jaringan

Router

Berfungsi agar data sampai ke tempat tujuan pada jaringan sesuai yang dikehendaki.

Cara Kerja:

Router bekerja dengan cara yang mirip dengan switch dan bridge. Perbedaannya, router merupakan penyaring atau filter lalu lintas data. Penyaringan dilakukan dengan menggunakan protocol tertentu. Router pada dasarnya merupakan piranti pembagi jaringan secara logical bukan fisikal.

Router dapat memilih jalan alternatif yang terbaik (rute terbaik untuk transportasi data.), bila memang ada beberapa jalan untuk mencapai tujuan atau bila salah satu jalan ke tempat tujuan terputus karena sesuatu hal.

Router bekerja pada lapisan physical, data link dan network layer, sehingga tidak dapat digunakan sembarangan.

Router umumnya paling tidak terhubung ke dua jaringan., dua LAN atau WAN ke LAN dan jaringan dari ISP ( Internet Service Provider). Beberapa modem DSL dan cable modem juga memiliki fungsi router yang terintegrasi ke dalamnya sehingga memungkinkan beberapa computer membentuk jaringan dan langsung terhubung ke internet. Apabila hub, bridge dan switch merupakan networking device maka router merupakan internetworking device.

Quiz Pertemuan 11

 

  1. Physical transmission media is wire, cable, and other tangible materials used to send communications signals (true)
  2. Coaxial cable is usedfor telephone systems and network cabling (false)
  3. Twisted-pair cable is often used for cable television wiring (true)
  4. The picture is twisted-pair wire (true)
  5. Fiber-optic cable is capable of carrying significantly more at slower speeds than wire cables (true)
  6. Wireless transmission media is used when inconvenient, impractical, or impossible to install cables (true)
  7. Wireless transmission media includes bluetooth and IrDA (true)
  8. Cellular radio is form of broadcast radio distributes radio signals over long and short distances (true)
  9. Microwave station is earth-based reflective dish used for microwave communications (true)
  10. 10.  Communications satellite space station that receives microwave signals, and broadcasts signals back to any number of earth-based stations (true)

 

 

 

9.  Keaktifan dikelas & absensi kuliah 100% t dan th (bobot: 150)

Status: tercapai

Keterangan: saya telah memenuhi keaktifa dikelas & absensi kuliah 100% t dan th.

10.  Menghasilkan Project/Output  + CD (bobot 150)

Status: tercapai

Keterangan: saya telah menghasilkan Project/Output + CD

PENILAIAN OBJEKTIF

 

Semester : Ganjil Total Nilai
TA : 2010-2011
Kode Kelas : PA102 Bobot SKS : 3 SKS
Mata Kuliah : Pengantar Teknologi Informasi Hari, Waktu :
Nama Dosen : Muhamad Yusup, S.kom NIM :
Jenis Tugas : Proyek Akhir. Nama Mahasiswa :

 

Code Nama : UR-PTI-001
Dosen Utama : Ir. Untung Raharja, M.T.I./Muhamad Yusup, S. Kom.
Judul Proyek : Proyek Akhir Mata Kuliah Pengantar Teknologi Informasi
Bentuk : Tugas MAndiri
Anggota : 1 orang mahasiswa
Hasil/Output 1) Berkas Laporan yang terdiri atas:
  1. Cover
  2. Kata Pengantar
  3. Pendahuluan
  4. Berkas Laporan Berurut terdiri dari No. 1 s/d 10 pada Tabel Penilaian
  5. Kesimpulan
  6. Daftar Pustaka

Spesifikasi Data: Perpustakaan, CCIT Journal, Google, Yahoo!Kata Kunci

: Green Campus, Kampus Unggulan, Pribadi Raharja, Perguruan Tinggi Raharja, AMIK Raharja Informatika

 

Tabel Penilaian

No

Deskripsi

Bobot

Nilai

1

Memiliki account Live@Edu (sebelu UTS) dan

100

2

AB untuk Video Presentasi

50

3

Mengikuti Raharja Career

100

4

Menghasilkan poster session (wajib ada pada PO semua mata kuliah iLearning)

100

5

Menghasilkan paper di jurnal ilmiah (wajib ada pada PO semua mata kuliah iLearning)

100

6

Menghasilkan hibah (wajib ada pada PO semua mata kuliah iLearning)

1oo

7

Mengikuti minimal 2 training IT (wajib ada pada PO semua mata kuliah  iLearning)

150

8

Melampirkan nilai quiz

50

9

Keaktifan dikelas & absensi kuliah 100% t dan th

100

10

Menghasilkan Project/Output  + CD

150

Total

1000

 

 

File Asli:

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: