muhamad gunawan

Just another WordPress.com site

Karya Ilmiah Waktu SMA

PEMANASAN GLOBAL

KARYA TULIS

Di Susun Untuk Memenuhi Syarat Dan Guna Mengikuti UAS/UAN Tahun Pelajaran 2010-2011

1. MUHAMAD AFIPUDIN NIS.08091109

2. MUHAMAD AFIF HAMZAH NIS.08091142

3. MUHAMAD GUNAWAN NIS.08091314

4. MUHAMAD ILHAM NIS.08091023

PEMERINTAH KABUPATEN TANGERANG DINAS

PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

SMA NEGERI 1 TIGARAKSA

Jalan Aria Jaya Sentika No.52

TANGERANG BANTEN

2011

ABSTRAKSI

MUHAMAD AFIPUDIN, MUHAMAD AFIF HAMZAH, MUHAMAD GUNAWAN, MUHAMAD ILHAM, “PEMANASAN GLOBAL”, XII IPS 2 SMAN 1 TIGARAKSA, 2011.

Tujuan karya tulis ini adalah (1) Untuk mengetahui secara jelas apakah itu pemanasan Global ?, (2) Untuk mengetahui penyebab terjadinya pemanasan Global, (3) Untuk mengetahui dampak secara umum yang akan dialami oleh manusia sendiri maupun makhluk hidup dan lingkungan di sekitarnya, (4) Untuk mengetahui efek yang akan dialami apabila terjadi perubahan iklim akibat dari pemanasan Global, (4) Untuk dapat mengetahui apa yang dapat dilakukan oleh manusia untuk dapat mencegah lebih lanjut pemanasan Global tersebut.

ii

LEMBAR PENGESAHAN

Karya tulis ini,di sah pada tanggal………..2010

Pembimbing I

Unsa Maulana,M.pd.

NIP.19720303200811006

Pembimbing II

Wali Kelas

Pangestu Bodoyo,S.pd.

NIP.197309112008011003

Kepala Sekolah

SMA Negeri 1 Tigaraksa

Drs.H.Dedi Hidayat,M.Si.

NIP.196203101989031010

MOTTO

“Belajar dari kesalahan masa lalu dan berusaha untuk lebih baik lagi di hari esok untuk menjadi orang yang banyak memberikan manfaat bagi keluarga, teman, indonesia, dan bahkan dunia.”

PERSEMBAHAN

Karya tulis ilmiah ini di persembahkan penulis kepada:

  1. ALLAH SWT yang telah memberikan nikmat sehat jasmani dan rohani;
  2. Kedua orang tua kami yang selalu mendukung dan mengarahkan yang terbaik untuk kami;
  3. Bapak unsa maulana, S.Pd. M.Pd. selaku guru bidang studi yang selalu membimbing dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini;
  4. kepada SMA Negeri 1 Tigaraka dan para guru yang sudah mengamalkan ilmu – ilmunya kepada kami;
  5. Teman – teman yang selalu bersama dalam menimba ilmu di sekolah tercinta SMA Negeri 1 Tigaraksa.

IV

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Semenjak manusia pada jaman purbakala sampai dengan jaman sekarang, manusia telah mengalami perkembangan dalam setiap periode waktu yang dilewatinya yang telah kita kenal dengan berbagai jaman seperti jaman meolitikum, neolitikum. Peradaban manusia telah mengalami kemajuan sampai sekarang. Selama perkembangan itu, manusia menjalani kehidupan bergantung pada pertanian dan agrikultur. Dengan orientasi kehidupan tersebut, manusia selalu berusaha menjaga dan melestarikan lingkungannya dengan sebaik-baiknya yang bertujuan untuk menjaga kelangsungan hidup manusia pula.

Dan pada saatnya, perkembangan manusia telah mengalami jaman revolusi industri yang menggantungkan kehidupan manusia pada bidang perindustrian. Dengan orientasi hidup tersebut, dunia agrikultur pun mengalami kemunduran perlahan-lahan. Nilai-nilai kehidupan manusia pun mengalami perubahan, terutama dalam interaksi manusia dengan lingkungannya. Perubahan-perubahan yang terjadi ini menghasilkan dampak baik positif maupun negatif.

Salah satu dampak revolusi industri yang telah terjadi dan masih terus berlanjut pada masa sekarang dalam kehidupan dan peradaban manusia adalah dampaknya bagi lingkungan yang ada di sekitar manusia itu sendiri. Ekspansi usaha yang dilakukan oleh para pelaku industri seperti pembangunan pabrik-pabrik dan pembuatan produksi dengan kapasitas besar dengan mengesampingkan perhatian terhadap dampaknya bagi lingkungan secara perlahan namun pasti telah mengakibatkan kelalaian yang pada akhirnya akan merugikan lingkungan tempat tinggal manusia serta manusia dan kehidupannya.

Para ahli lingkungan telah menemukan indikasi adanya dampak yang terbesar bagi lingkungan dan dunia secara global akibat usaha perindustrian yang dilakukan dan telah berkembang pesat ini. Dampak negatif ini adalah terjadinya pemanasan di dunia dan sering disebut sebagai Global Warming. Namun, masalah Global Warming sebagai masalah lingkungan ini masih diperdebatkan kebenarannya oleh beberapa pihak yang menganggap Global Warming adalah alasan yang diciptakan untuk membatasi laju perkembangan perindustrian. Walaupun masih terdapat perdebatan mengenai kebenaran keadaan Global Warming di antara para ahli lingkungan tersebut, namun masalah Global Warming ini tidaklah dapat dipungkiri untuk diteliti dan ditelaah lebih lanjut demi kelangsungan kehidupan manusia.

Untuk itu, Karya Tulis yang dibuat ini akan memperlihatkan dan menjelaskan kebenaran mengenai masalah pemanasan Global ini dengan berdasarkan studi literature dari berbagai sumber yang terpercaya dan kompeten. Pembahasan dan penjelasan yang dilakukan pun akan ditinjau dari sudut pandang pihak yang pro dan pihak yang kontra. Dalam Karya Tulis ini pun akan menyajikan fakta-fakta yang memperkuat keberadaan masalah pemanasan Global ini.

B. Identifikasi Masalah

Timbulnya masalah pemanasan Global yang merupakan masalah lingkungan ini, telah menimbulkan berbagai macam pertanyaan dalam hubungannya dengan sebab, keberadaan dan efek atau dampak yang diakibatkan dari pemanasan Global tersebut. Pertanyaan-pertanyaan seputar masalah pemanasan Global ini dapat diuraikan seperti dalam beberapa point berikut:

1. Apakah pemanasan Global selalu memberi dampak buruk?

2. Apakah pemanasan Global akan meningkatkan frekuensi terjadinya badai?

3. Apakah penyebab terbesar dari terjadinya Global Warming adalah emisi manusia dari “efek rumah kaca” (“green house effect”)?

4. Apakah pemanasan Global akan menyebabkan peningkatan terjadinya banjir, kekeringan, pertumbuhan hama secara cepat dan peristiwa alam atau cuaca yang ekstrim?

5. Apakah emisi karbon dioksida yang berasal dari pembakaran fosil merupakan penyebab terbesar dari perubahan cuaca?

6. Apakah ada keuntungan potensial yang dapat diakibatkan dari peningkatan temperatur?

Pemanasan Global ini mengakibatkan berbagai dampak baik positif maupun negatif. Tanpa adanya pemanasan Global, tidak akan ada kehidupan di dunia, karena suhu di bumi yang rendah dan manusia tidak akan bisa hidup dalam kondisi suhu yang rendah. Pemanasan Global telah meningkatkan suhu bumi sampai suhu rata-ratanya mencapai 60? Fahrenheit. Namun, pemanasan Global menjadi permasalahan dan yang masih menjadi perdebatan ketika konsentrasi gas efek rumah kaca dalam atmosfir mengalami peningkatan. Akankah kondisi peningkatan konsentrasi gas ini menjadi permasalahan yang harus mendapat perhatian lebih?

C. Pembatasan Masalah

Dalam makalah ini saya menjelaskan faktor utama global warming,dampak negatifnya dan akibat global warming tersebut terhadap lingkungan. Di pahami, dan dapat penambahan ilmu pengetahuan serta wawasan tentang Pemanasan Global, khususnya bagi kami dan umumnya bagi para pembaca.

D. Perumusan masalah

Dimulai dari jaman revolusi industri, konsentrasi gas karbon dioksida di atmosfer telah meningkat hampir sebesar 30 %, konsentrasi gas metan meningkat hampir dua kali lipat, dan konsentrasi NO2 berkurang sekitar 15 %. Peningkatan gas-gas ini menyebabkan kemampuan atmosfer untuk menahan panas menjadi lebih besar. Sulfat aerosol, yaitu polutan udara yang umum ditemui, mendinginkan atmosfer dengan merefleksikan kembali radiasi cahaya dari matahari ke luar angkasa. Tetapi senyawa sulfat ini mempunyai siklus umur yang pendek di atmosfer.

Mengapa konsentrasi gas efek rumah kaca dapat meningkat? Para ilmuwan berasumsi bahwa pembakaran dari bahan bakar fosil dan beberapa aktifitas manusia yang memicu dan menjadi penyebab utama meningkatnya konsentrasi karbon dioksida di atmosfer. Respirasi dari tanaman dan proses dekomposisi bahan organic melepaskan karbon diokasida sepuluh kali lebih banyak dari yang mampu dihasilkan oleh aktifitas manusia, tetapi selama berabad-abad pelepasan karbon diokasida ini diimbangi dengan penyerapan karbon dioksida oleh vegetasi terestial dan laut.

Yang menyebabkan keseimbangan ini terganggu adalah adanya pelepasan tambahan yang disebabkan oleh aktifitas manusia. Bahan bakar fosil dibakar sebagai sumber energi untuk menggerakan hampir seluruh peralatan manusia. Meningkatnya kegiatan agricultural, penggundulan hutan, dibukanya area kosong sebagai tempat pembuangan, produksi industri, dan pertambangan juga meningkatkan emisi dengan bagian yang cukup signifikan.

Untuk meramalkan tingkat emisi yang akan terjadi di masa depan merupakan suatu tugas yang sulit, karena hal itu bergantung kepada keadaan demografi, ekonomi, teknolofi, peraturan dan perkembangan institusi. Beberapa peramalan telah dilakukan, dan hasilnya memproyeksikan bahwa pada tahun 2100, konsentrasi karbon dioksida akan meningkat sebesar 30% hingga 150% dari jumlah sekarang.

E. Tujuan Penelitian

Tujuan secara umum dari diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh manakah pemanasan Global ini telah terjadi? dan penyebab pastinya apa? Semua ini masih merupakan tanda Tanya bagi manusia. Karena sampai sekarang manusia belum mendapatkan penyebab pasti dari pemanasan Global ini dan manusia juga mau mencari kebenaran mengenai efek dari pemanasan Global yang akan dialami oleh manusia sendiri, makhluk hidup maupun lingkungan di sekitarnya. Jika pemanasan Global ini terjadi maka efek yang ditimbulkan bukan hanya di alami oleh manusia saja tetapi juga semua makhluk hidup di sekitarnya, seperti meningkatnya suhu di permukaan bumi menyebabkan kekeringan, dengan demikian akibat dari kekeringan ini selain dialami manusia juga oleh hewan dan tumbuhan dimana tumbuhan akan menjadi layu karena kekurangan air atau dan sebagainya. Oleh karena itu melalui penelitian ini diharapkan agar manusia dapat lebih mencegah aktivitas yang dapat menyebabkan terjadinya pemanasan Global seperti mengadakan kegiatan rumah kaca, pembakaran zat-zat yang dapat menyebabkan suhu di permukaan bumi meningkat, dan lain-lain.

F. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat-manfaat yang dapat kita peroleh dari penelitian pemanasan Global ini adalah :

1. Untuk mengetahui secara jelas apakah itu pemanasan Global ?

2. Untuk mengetahui penyebab terjadinya pemanasan Global

3. Untuk mengetahui dampak secara umum yang akan dialami oleh manusia sendiri maupun makhluk hidup dan lingkungan di sekitarnya.

4. Untuk mengetahui efek yang akan dialami apabila terjadi perubahan iklim akibat dari pemanasan Global

5. Untuk dapat mengetahui apa yang dapat dilakukan oleh manusia untuk dapat mencegah lebih lanjut pemanasan Global tersebut.

BAB II

KERANGKA TEORI

v PENGERTIAN

Sebagai permulaan Karya Tulis ini dan untuk memudahkan pengertian dan persamaan persepsi dalam identifikasi teori dan pembahasan selanjutnya. Berikut akan diuraikan mengenai pengertian berbagai terminology yang digunakan.

1. Pengertian Global Warming atau Pemanasan Global

Global Warming secara harfiah diterjemahkan sebagai pemanasan Global. Terjadinya pemanasan Global di bumi dimulai dari kenyataan bahwa energi panas yang dipancarkan berasal dari matahari yang masuk ke bumi menciptakan cuaca dan iklim serta panas pada permukaan bumi secara Global.

2. Pengertian Green House Effect atau Efek Rumah Kaca

Kondisi yang menyerupai akibat yang ditimbulkan dalam rumah kaca terjadi pula dalam bumi ini, yaitu terperangkapnya energi dalam permukaan bumi oleh konsentrasi gas-gas dalam lapisan atmosfir. Pada kenyataannya, pemanasan Global merupakan peningkatan suhu bumi secara bertahap sebagai akibat dari peningkatan konsentrasi gas efek rumah kaca dalam lapisan luar atmosfir. Dan ketika bumi meradiasikan kembali energi yang diterimanya ke luar angkasa, sebagian dari energi matahari yang masuk ke bumi, terperangkap dalam permukaan bumi akibat terhalang oleh gas-gas dalam atmosfir seperti uap air dan karbon dioksida.

3. Pengertian Perubahan Cuaca

konsentrasi gas pada lapisan atmosfir telah mempercepat perubahan rata-rata cuaca. Sejak abad 19 yang lalu sampai dengan abad 20, F. Dan°temperatur permukaan bumi telah mengalami peningkatan 0.5 – 1.0 perkiraan peningkatan suhu permukaan bumi rata-rata menurut para ahli C dalam 50 tahun mendatang°F atau 0.6-2.5 °akan mencapai 1-4.5 tergantung pada wilayah di bumi.Pembuktiannya terlihat dalam perubahan kondisi nyata yang terjadi dengan mancairnya salju pada Northern Hampshire dan menurunnya es apung pada Samudra Arktik.

Secara Global, permukaan laut telah mengalami kenaikan lebih dari 4-8 inchi pada abad lalu. Penguapan yang terjadi pada dunia telah meningkat sekitar 1% dan frekuensi terjadinya hujan pun telah meningkat. Gas-gas ditimbulkan dari berbagai macam kegiatan manusia, seperti kegiatan dalam perindustrian dan pembakaran, akan terkonsentrasi dalam atmosfir dan akan menyebabkan terperangkapnya energi matahari yang masuk ke dalam bumi. Energi yang tidak teradiasi ini sama kondisi dengan yang terjadi pada rumah kaca, sehingga energi tersebut akan tetap tersimpan dalam permukaan bumi dan menyebabkan pemanasan Global pada permukaan bumi.

B. Penelitian yang Relevan

Untuk menyusun Karya Tulis ini, penulis mengambil referensi dari penelitian yang telah dilakukan oleh berbagai pihak yang memang memiliki keahlian yang relevan, terutama dalam topik ini adalah para pemerhati dan peneliti lingkungan. Berbagai penelitian telah dilakukan secara internasional, karena memang masalah ini menyangkut manusia secara keseluruhan, jadi tidak terbatas oleh negara dan ras. Sebagai pemicu untuk memulai penelitian, ada beberapa pertanyaan yang harus dicari jawabannya dalam penelitian yang akan dilakukan.

Berikut ini adalah pertanyaan kunci yang melandasi penelitian tersebut:

Apa itu pemanasan Global?

• Apa bukti-bukti yang menyatakan bahwa pemanasan Global benar-benar terjadi? Dan seberapa besar tingkat kepercayaan dan keakuratan dari bukti-bukti tersebut?

• Apa efek-efek yang dibawa oleh pemanasan Global?

• Apa bukti-bukti yang menyatakan bahwa pemanasan Global kemungkinan disebabkan oleh gas-gas efek rumah kaca?

• Apa yang dapat dan harus dilakukan berkenaan dengan pemanasan Global, apabila hal ini memang terjadi dan disebabkan oleh polutan-polutan di uadara dan emisi?

• Dan apabila pemanasan Global tidak terjadi, apakah ada alasan lain untuk mengendalikan emisi polutan yang terjadi pada atmosfer bumi?

Beberapa penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti-peneliti di seluruh dunia akan dijelaskan di bawah ini:

1. Pada tanggal 26/04/2002, Para ilmuwan menyatakan temperatur Global selama 3 bulan pertama di tahun 2002 telah mengalami peningkatan, dan lebih tinggi dari temperatur yang pernah dicapai buni dalam 1000 tahun terakhir. Penelitian ini dimotori oleh Dr. Geoff Jenkins, direktur UK government’s Hadley Centre yang khusus meneliti dan memprediksikan perubahan iklim dunia.

2. Pada tanggal 24/12/1999, berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, James Baker, sekretaris dari U.S. National Oceanic and Atmospheric Administration, bersamaa dengan Peter Ewins, ketua dari British Meteorological Office, memperingatkan bahwa iklim dunia berubah dengan cepat, dan manusia harus segera menindaki perubahan ini dengan mencoba untuk mengurangi emisi karbon dioksida ke udara.

3. Pada tanggal 01/03/1999, American Geophysical Union, suatu badan keilmuan internasional yang membawahi sekitar tiga puluh lima ribu ilmuwan yang mengkhususkan diri pada penelitian tentang Bumi dan planet-planet mengeluarkan pernyatan yang berani mengenai perubahan iklim dan hubungannya dengan gas-gas efek rumah kaca. Pernyataan ini dikeluarkan setelah mengadakan serangkaian penelitian mengenai pemanasan Global.

4. Pada tanggal 17/01/2002, didapatkan data dari statelit dari hasil penelitian yang dilakukan oleh NASA di Langley Research Centre, yang membantah pernyataan Richard Lindzen, seorang skeptis, yang menyatakan bahwa pengurangan jumlah awan di daerah tropis akan menyebabkan pendinginan terhadap bumi dan mengatasi pemanasan Global yang mungkin terjadi. Hasil penelitian NASA menunjukkan bahwa awan-awan ini akan memperkuat efek rumah kaca, dan memicu terjadinya pemanasan Global.

5. Pada tanggal 18/12/2001, berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, Organisasi Meteorologi Dunia memperingatkan bahwa temperatur Global mengalami peningkatan tiga kali lebih cepat dibandingkan dengan waktu-waktu lalu.

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

tempat dan waktu penelitian

A.1 Tempat

Penulis menulis di beberapa-beberapatempat yang ada di Indonesia,dalam mencari informasi tersebut kami menggunakan media cetak dan media elektronik.

A.2 Waktu

Penulis mengumpulkan informasi sejak awal bulan februari 2011 dan informasi yang kami dapat adalah kejadian atau peristiwa dari beberapa tahun ini yang terjadi di Indonesia dan Dunia, diantaranya: Meningkatnya Suhu Bumi, Kekeringan, dan Musim Kemarau yang Berkepanjangan.

Metode Penelitian

Penelitian yang dilaksanakan adalah berupa penelitian eksplanatif artinya

penelitian yang menjelaskan secara keseluruhan dari obyek yang diteliti dalam batas batas tertentu.

Teknik Pengumpulan Data

1.Wawancara

Wawancara adalah teknik pengumpulan data secara langsung melalui bertanya pada responden.Teknik ini untuk mempermudah dalam mencari informasi yang kami perlukan dalam penelitian ini.

2.Observasi

Observasi adalah proses pengumpulan data secara langsung melalui pengamatan oleh alat indera turun ke lapangan atau objek penelitian.

3.Kepustakaan

Kepustakaan adalah proses pengumpulan data melalui pengumlan bahan-bahan dari buku-buku atau dari media elektronikdan media cetk untukmempermudah dalam proses pengumpulan data.

Analisis Data

Data yang telah terkumpul kemudian dilakukan pengolahan data dengan

menggunakan cara sebagai berikut :

v Pemeriksaan data (editing), sebelum dilakukan pengolahan data, perlu data tersebut diperiksa lebih dahulu.

C. Hipotesis Penelitian

v Pemanasan Global memang benar-benar ada.

v Pemanasan Global telah lama terjadi.

v Pemanasan Global terjadi karena gas-gas yang dihasilkan seperti Co2,No2, dan lain-lain.

v Adanya gas-gas seperti Co2 dan No2 menyebabkan radiasi sinar matahari yang sampai ke bumi terperangkap karena efek rumah kaca.

v Adanya pemanasan Global menyebabkan suhu di permukaan bumi semakin lama semakin meningkat.

v Dari penelitian yang telah dilakukan sejumlah ilmuwan, pemanasan Global membawa dampak negatif bagi bumi.

BAB IV

PEMBAHASAAN

A. BUMI SEMAKIN PANAS

Pemanasan global ialah naiknya suhu permukaan bumi karena naiknya intensitas efek rumah kaca (ERK). ERK sendiri sangatlah berguna, karena tanpa adanya ERK rata – rata suhu permukaan bumi hanyalah –18o C. Dengan adanya ERK suhu rata – rata permukaan bumi ialah 15o C. ERK terjadi karena sinar infra-merah yang dipancarkan kembali oleh bumi terserap oleh gas tertentu yang disebut gas rumah kaca(GRK). GRK terpenting ialah CO2, CFC, metan, ozon dan N2O, masing – masing kurang dari 10%. Dengan demikian pada waktu ini GRK terpenting ialah CO2 disusul oleh CFC.

Pemantulan atmosfer bumi menunjukkan kadar GRK menunjukkan gejala terus meningkat. Karena itu orang sangat khawatir, intensitas ERK akan naik sehingga suhu permukaan bumi juga akan naik.

Tabel 1. Sumbangan Berbagai Kegiatan pada Pemanasan Global

No.

Jenis Kegiatan

Sumbangan pada Pemanasan global (%)

1.2.

3.

4.

5.

Produksi dan konsumsi energiCFC

Pertanian

Penebangan hutan dan perubahan tataguna lahan

Industri

5717

14

9

3

100

Salah satu penyebab kenaikan CO2 yang merupakan GRK terpenting ialah penebangan hutan dan pembakaran biomassanya serta konversi hutan menjadi tataguna lahan nir-hutan. Dengan ini karbon yang tersimpan dalam biomassa hutan terlepas ke dalam atmosfer dan kemampuan bumi untuk menyerap CO2 dari udara melalui fotosintesis hutan berkurang. Kemampuan penyerapan CO2 dan penyimpanan karbon disebut endapan (sink) karbon.Selain hutan,laut merupakan pula endapan karbon yang besar.setelah hutan di tebang,sinar matahari dapat langsung mengenai permukaan tanah.Dengan kenaikan suhu itu dekomposisi bahan organic di atas dan di dalam tanah di percepat,sehingga terlepaslah karbon yang tersimpan bahan organic itu.Kegiatan penebangan hutan di daerah tropic akhir-akhir ini banyak terjadi,sehingga timbulah tuduhan bahwa hutan tropic merupakan penyebab utama terjadinya pemanasan global.namun masalah Ini haruslah ditinjau dalam perspektif holistik dan historik.

Dalam Tabel 1 tampak penyumbang terbesar pada pemanasan global ialah pembangkitan dan konsumsi energi, disusul oleh CFC. Emisi CO2 diperkirakan sebesar 8.490 juta ton karbon, yaitu 5.550 juta ton dari pembakaran bahan bakar fosil (BBF) dan 2.800 juta ton dari penebangan dan pembakaran hutan. Jadi 65,4% berasal dari pembakaran BBF yang sebagian besar terjadi di Negara maju dan 33,0% dari hutan. Amerika Serikat saja mempunyai sumbangan 17% pada emisi CO2 sedunia.

CFC merupakan gas buatan manusia yang banyak digunakan dalam industri untuk pembuatan karet dan plastic busa, dalam industri elektronika, sebagai gas pendorong kemasan aerosol, dalam mesin pendinginan dan pembeku serta dalam kehidupan sehari – hari untuk membersihkan pakaian. Gas sejenis juga digunakan dalam alat pemadam kebakaran. Konsumsi CFC terbesar terdapat di Negara maju dan Negara Eropa Timur, yaitu 84% dari konsumsi sedunia.

Ozon terbentuk melalui proses fotokimia. Di stratosfer pembentukan itu terjadi dari O2 dengan menggunakan energi yang tinggi dalam sinar ultraviolet. Di stratosfer itu terjadi steady state pembentukan dan penguraian ozon. Proses pembentukan dan penguraian O3 dalam stratosfer berguna bagi makhluk hidup. Di troposfer ozon terbentuk pula melalui proses fotokimia dari gas limbah pembakaran BBM yang sebagian besar terjadi di Negara maju.

Tabel 1. Sumbangan Berbagai Kegiatan pada Pemanasan Global

No.

Jenis Kegiatan

Sumbangan pada Pemanasan global (%)

1.2.

3.

4.

5.

Produksi dan konsumsi energiCFC

Pertanian

Penebangan hutan dan perubahan tataguna lahan

Industri

5717

14

9

3

100

Salah satu penyebab kenaikan CO2 yang merupakan GRK terpenting ialah penebangan hutan dan pembakaran biomassanya serta konversi hutan menjadi tataguna lahan nir-hutan. Dengan ini karbon yang tersimpan dalam biomassa hutan terlepas ke dalam atmosfer dan kemampuan bumi untuk menyerap CO2 dari udara melalui fotosintesis hutan berkurang. Kemampuan penyerapan CO2 dan penyimpanan karbon disebut endapan (sink) karbon.Selain hutan,laut merupakan pula endapan karbon yang besar.setelah hutan di tebang,sinar matahari dapat langsung mengenai permukaan tanah.Dengan kenaikan suhu itu dekomposisi bahan organic di atas dan di dalam tanah di percepat,sehingga terlepaslah karbon yang tersimpan bahan organic itu.Kegiatan penebangan hutan di daerah tropic akhir-akhir ini banyak terjadi,sehingga timbulah tuduhan bahwa hutan tropic merupakan penyebab utama terjadinya pemanasan global.namun masalah Ini haruslah ditinjau dalam perspektif holistik dan historik.

Dalam Tabel 1 tampak penyumbang terbesar pada pemanasan global ialah pembangkitan dan konsumsi energi, disusul oleh CFC. Emisi CO2 diperkirakan sebesar 8.490 juta ton karbon, yaitu 5.550 juta ton dari pembakaran bahan bakar fosil (BBF) dan 2.800 juta ton dari penebangan dan pembakaran hutan. Jadi 65,4% berasal dari pembakaran BBF yang sebagian besar terjadi di Negara maju dan 33,0% dari hutan. Amerika Serikat saja mempunyai sumbangan 17% pada emisi CO2 sedunia.

CFC merupakan gas buatan manusia yang banyak digunakan dalam industri untuk pembuatan karet dan plastic busa, dalam industri elektronika, sebagai gas pendorong kemasan aerosol, dalam mesin pendinginan dan pembeku serta dalam kehidupan sehari – hari untuk membersihkan pakaian. Gas sejenis juga digunakan dalam alat pemadam kebakaran. Konsumsi CFC terbesar terdapat di Negara maju dan Negara Eropa Timur, yaitu 84% dari konsumsi sedunia.

Ozon terbentuk melalui proses fotokimia. Di stratosfer pembentukan itu terjadi dari O2 dengan menggunakan energi yang tinggi dalam sinar ultraviolet. Di stratosfer itu terjadi steady state pembentukan dan penguraian ozon. Proses pembentukan dan penguraian O3 dalam stratosfer berguna bagi makhluk hidup. Di troposfer ozon terbentuk pula melalui proses fotokimia dari gas limbah pembakaran BBM yang sebagian besar terjadi di Negara maju.

2. AKIBAT KONVERSI HUTAN

Semula disangka, pembakaran hutan merupakan sumber utama N2O, tetapi akhir – akhir ini diketahui industri nylon memberikan sumbangan paling sedikit 10% dari kenaikan N2O dalam atmosfer. Industri nylon sebagian besar terdapat di Negara maju. (Semarwoto, 1992).

Metan yang berasal dari sawah banyak disumbangkan oleh Negara tropik. Tetapi metan dari ternak banyak pula yang berasal dari Negara maju, karena Negara maju mempunyai banyak peternakan dengan kualitas pakan yang baik yang menaikkan produksi metan per ekor ternak . Produksi metan dari kedua sumber ini dan sumber lain, misalnya rawa dan rayap, masih belum banyak diketahui. Di dalam atmosfer, metan mengalami perusakan oleh radikal OH. Penelitian menunjukkan, karena pencemaran udara oleh industri, deplesi radikal OH di belahan bumi utara dua kali lebih besar daripada di belahan bumi selatan. Dengan lain perkataan, di belahan bumi utara perusakan metan lebih kecil daripada di belahan bumi selatan.

Pemanasan global merupakan proses geobiokimia. Karena itu kita tidak dapat meninjaunya dalam jangka pendek, melainkan harus kita lihat dalam perspektif jangka panjang. Seperti telah diuraikan di muka, hutan merupakan salah satu endapan karbon yang penting. Luas hutan sebelum zaman pertanian dapatlah sebagai luas hutan asli di bumi. Pengurangan luas hutan di daerah nir-tropik dari zaman pra-pertanian sampai sekarang adalah 6,5 juta km2 dan di daerah tropik 0,5 juta km2. Sejak kira – kira 200 tahun yang lalu, luas hutan di benua Amerika Utara juga mengalami penyusutanyang besar sebagai akibat emigrasi orang Eropa ke Amerika Utara, sampai kini pun penebangan hutanmasih banyak tejadi di Amerika Utara. Emisi karbon dari penebangan, pembakaran dan konversi hutan juga masih di liputi oleh ketidakpastian dalam estimasi biommasa hutan,kandungan karbon dalam biamassa dan beberapa banyak biommasa yang terbakar atau membusuk.Seperti telah di uraikan di muka,hutan tidak lah homogen.Biomassa hutan berbeda-berbeda dari jenis satu ke jenis yang lain dan biomassa itu di pengaruhi oleh factor iklim dan edatik.Demikian pula kandungan karbom dalam biomassa masing-masing jenis itu.pada waktu hutan hidup dan di tebang.sebagian dari biomassa tidak membusuk,melainkan ada yang terus hidup dan tumbuh kembali.Biomassa yang di bakarpun sebagian menjadi arang sehingga karbonnya tidak terlepas ke udara.Hingga kini belum ada model emisi karbon yang dapat memperkirakan semuanya itu dengan baik.

kiranya juga di catat, dalam banyak laporan, pembalakan di Negara sedang berkembang di anggap sebagai deforestasi dengan alas an tidak adanya atau kurangnya adanya rencana pengelolaan (management plan). Namun di Negara maju pun tidak semua pembalakan telah menggunakan rencana pengelolaan. Karena itu pembalakan juga telah menyebabkan kerusakan hutan yang besar di Negara maju. Majalah TIME pernah mengkritik dengan tajam Kanada yang telah menyebabkan kerusakan hutan yang besar dengan pembalakannya. Oleh karena itu, sebenarnya yang diperlukan bukanlah Tropical Forestry Action Plan (TFAP) saja, melainkan seharusnya Global Forestry Action Plan (GFAP). Negara sedang berkembang seyogyanya menuntut ini, karena keselamatan hutan nir-tropik juga penting bagi keselamatan seluruh umat manusia, termasuk umat manusia di daerah tropic. Negara maju tidak dapat menganggap hutan di daerah nir-tropik sebagai urusan mereka sendiri dan hutan di daerah tropic sebagai urusan global.

Uraian di atas menunjukkan, Negara maju mempunyai sumbangan terbesar dalam kenaikan GRK dan terjadinya pemanasan global,sehingga merekalah yang pertama-tama harus bertanggung jawab atas terjadinya masalah ini.Mereka telah mengakui ini untuk CO2 dari perkembangan BBF dan CFC.Dalam hal CO2 dari hutan pun mereka harus bertanggung jawab lebih besar dari pada Negara tropic.demikian pula kenaikan GRK ozon,metan dan N2O,tanggung jawab mereka tidak kecil.Uraian ini tidak bermaksud untuk menumbuhkan sikap konfrontatif terhadap Negara barat dan mempersulit kerja sama internasional untuk mengatasi masalah yang pelik ini,melainkan untuk menundukan persoalan pada dasar ilmiah yang lebih baik dan pada proporsi yang wajar.

Khususnya dalam bidang kehutanan perlulah di sadari bahwa pembalakan yang terlanjutkan tidaklah merugikan pemanasan global.Bahan awet yang di hasilkan dari kayu tetap menyimpan karbon di dalamnya sehingga sebenarnya pembalakan yang menghasilkan barang awet malahan berguna mengurangi kadar karbon dalam atmosfer

Apabila hutan alam dikonversikan menjadi hutan tanaman industri (HTI) dengan jenis pohon yang tumbuh cepat,karbon yang tersimpan dalam HTI pada kondisi stedy state akan lebih kecil dari pada karbon yang tersimpan dalam hutan alam.Oleh karena itu cara ini merugikan dari segi pemanasan global.Akan tetapi jika HTI itu di bangun dari hutan belukar dan dari padang rumput,kandungan karbon dari HTI pada kandisi stedy state akan lebih tinggi dari pada hutan belukar dan padang rumput sehingga menguntungkan dari segi penangkalan pemanasan global.Lebih menguntungkan lagi ialah apabila reboisasi itu di lakukan untuk merehabilitasi hutan alam yang telah rusak.

Usaha kita untuk mengembangkan pemanfaatan hutan secara terlanjutkan haruslah di tingkatkan npengawasan pada HPH haruslah di perketat, antara lain dengan pengembangan pemantauan hutan dengan penginderaan jauh Landsat, SPOT, pemotretan udara dan penginderaan jauh dengan radar untuk mengatasi masalah penutupan awan. Citra satelit dan potret udara dapat juga dipakai sebagai bahan bukti di pengadilan, jika hal itu diperlukan. Di samping itu para HPH juga dituntut untuk meningkatkan peransertanya dalam pengawasan dengan saling mengawasi.

Perlu kiranya ditekankan kewajiban pembangunan terlanjutkan hutan tidak berlaku bagi Negara sedang berkembang saja, melainkan untuk memecahkan masalah pemanasan global Negara maju pun harus melakukannya.

3. DAMPAK TERHADAP PERTANIAN

Luas total daratan Indonesia 1,9 juta kilometer persegi, terbagi atas 17 ribu pulau. Luas lautan mencapai 5,8 juta kilometer persegi, termasuk zona ekonomi eksklusif. Ibukota negara dan hampir semua ibukota provinsi berada di wilayah pantai dan 65 persen penduduk tinggal di wilayah pesisir dengan panjang pantai total sekitar 81 ribu kilometer. Secara geografis, posisi Indonesia semacam ini rentan terhadap dampak perubahan iklim.

Bagi Indonesia, dampak perubahan iklim akibat pemanasan global sudah lama kita rasakan. Jika dulu kita diajarkan musim kemarau berlangsung April-Oktober dan musim penghujan terjadi November-Maret, sekarang

BAB V

PENUTUP

A.Kesimpulan

pemanasan global yang terjadi belakangan adalah merupakan efek dari rumah kaca, tiada lain teknologi yang dibuat oleh manusia. Pantulan cahaya yang seharusnya keluar menuju matahari kembali pada permukaan bumi karena rusaknya lapisan atmosfer oleh gas-gas berbahaya hasil pembakaran yang tidak sempurna seperti karbon dioksida, metana dan karbon monoksida serta gas Freon dari hasil AC.

B.Saran

1. Menghilangkan Karbon dioksida.
Cara yang paling mudah untuk menghilangkan karbon dioksida di udara adalah dengan memelihara pepohonan dan menanam pohon lebih banyak lagi. Pohon, terutama yang muda dan cepat pertumbuhannya, menyerap karbon dioksida yang sangat banyak, memecahnya melalui fotosintesis, dan menyimpan karbon dalam kayunya. Di seluruh dunia, tingkat perambahan hutan telah mencapai level yang mengkhawatirkan. Di banyak area, tanaman yang tumbuh kembali sedikit sekali karena tanah kehilangan kesuburannya ketika diubah untuk kegunaan yang lain, seperti untuk lahan pertanian atau pembangunan rumah tinggal. Langkah untuk mengatasi hal ini adalah dengan penghutanan kembali yang berperan dalam mengurangi semakin bertambahnya gas rumah kaca.Gas karbon dioksida juga dapat dihilangkan secara langsung. Caranya dengan menyuntikkan (menginjeksikan) gas tersebut ke sumur-sumur minyak untuk mendorong agar minyak bumi keluar ke permukaan. Injeksi juga bisa dilakukan untuk mengisolasi gas ini di bawah tanah seperti dalam sumur minyak, lapisan batubara atau aquifer. Hal ini telah dilakukan di salah satu anjungan pengeboran lepas pantai Norwegia, dimana karbon dioksida yang terbawa ke permukaan bersama gas alam ditangkap dan diinjeksikan kembali ke aquifer sehingga tidak dapat kembali ke permukaan.

2. Lebih baik mengolah kembali sampah.
Sampah anorganik dapat dibuat barang baru, sedangkan sampah organik dapat kita jadikan pupuk untuk tanaman hijau agar produsen oksigen menjadi banyak.

Dampak negative dari pemanasan global memang sangat banyak baik itu secara langasung atau tidak langsung pada manusia secara tidak langsung yaitu dengan merusak lingkungan yang akan mengganggu pemenuhan kebutuhan manusia secara langsung yaitu dengan suhu yang terasa semakin panas yang menggangu bkesahtan manusia pemanasan global memang tidak bisa di cegah tapi hal tersebut masih bisa di perlamban mulai dengan perkembangan teknologi yang berwawasan lingkungan dan menjalankan prinsip daur ulang menggunakan kembali barang yang masih bs di pakai dengan mengurangi SDA (sumber daya alam) yang tidak perlu.

Daftar pustaka

1. http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global
2 http://firmansyah11.wordpress.com/2009/01/03/pengaruh-global-warming-terhadap-kehidupan-manusia/
3 http://adabisnis.com/7-gambar-mengerikan-akibat-global-warming/

MUHAMAD AFIPUDIN, lahir di Tangerang pada tanggal 23 Desember 1993. Anak ke- 2 dari tiga bersaudara, anak dari pasangan Suryaman dan Normah bertempat tinggal di Kp. Katomas RT 01/01 Ds. Ke Katomas Kec. Tigaraksa Kab. Tangarang-Banten.

Mengawali pendidikan yang pertama di SD Negeri Tigaraksa III angkatan tahun 2004/2005 kemudian melanjutkan ke MTS Negeri Tigaraksa angkatan tahun 2007/2008 sekarang melanjutkan studinya di SMA Negeri 1 Tigaraksa angkatan tahun 2010/2011.

Organisasi yang pernah diikuti selama sekolah diantaranya :

Sepak bola dan Badminton di SDN Tigaraksa lll

Sepak bola di MTS Negeri Tigaraksa

Badminton di SMA Negeri 1 Tigaraksa

Hobo : bermain sepak bola, nongkrong, listening music, dan nyari cewe tentunya.

Cita-cita : ingin menjadi pilot yang bisa di banggakan oleh orang tua, bangsa dan negara.

MUHAMAD AFIF HAMZAH, lahir di Tangerang pada tanggal 18 Januari 1994, anak ke- 1 dari dua bersaudara, bertempat tinggal di Kp. Katomas RT 01/01 Ds. Ke Katomas Kec. Tigaraksa Kab. Tangarang-Banten.

Mengawali pendidikan yang pertama di SD Negeri Tigaraksa III angkatan tahun 2004/2005 kemudian melanjutkan ke MTS Negeri Tigaraksa angkatan tahun 2007/2008 sekarang melanjutkan studinya di SMA Negeri 1 Tigaraksa angkatan tahun 2010/2011.

Organisasi yang pernah diikuti selama sekolah diantaranya :

Sepak bola dan Badminton di SDN Tigaraksa lll

Sepak bola di MTS Negeri Tigaraksa

Badminton di SMA Negeri 1 Tigaraksa

Hobo : bermain sepak bola, nongkrong, listening music, dan nyari cewe tentunya.

Cita-cita : ingin menjadi orang yang sukses dan bisa di banggakan oleh orang tua, bangsa dan negara.

MUHAMAD GUNAWAN, lahir di Tangerang pada tanggal 07 Oktober 1992. Anak ke- 1 dari tiga bersaudara, anak dari pasangan Inong dan Rasta bertempat tiggan di Kp Tapos RT 13/05 Desa Tapos Kecamatan Tigaraksa Kab. Tangerang-Banten.

Mengawali pendidikan yang pertama di TAMAN KANAK-KANAK AL-Qur’an angkatan 1998/1999, SD Negeri Tapos Wetan angkatan tahun 2004/2005 kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Tigaraksa angkatan tahun 2007/2008, sekarang melanjutkan studinya di SMA Negeri 1 Tigaraksa angkatan tahun 2010/2011

Organisasi yang pernah diikuti selama sekolah diantaranya :

Sepak Bola di TAMAN KANAK-KANAK Al-Qur’an

Sepak Bola, Voli, Catur, Pramuka, dan Marawis di SDN Tapos Wetan

Sepak Bola di SMPN 1 Tigaraksa

Sepak Bola di SMAN 1 Tigaraksa

Hobi : bermain bola,nonton, jalan-jalan, dan ngapel….

Cita-cita : menjadi guru, menjadi anak yang berbakti kepada orang tua amin… , dan menjadi orang yang memberikan banyak manfaat bagi orang banyak bagi bangsa, dan negara.

MUHAMAD ILHAM, lahir di Tangerang pada tanggal 27 Desember 1992. Anak ke- 6 dari enam bersaudara, anak dari pasangan Uus dan Eman Sulaeman tempat tinggal di Kp Kadongdong RT 02/004 Ds. Pasirnangka Kecamatan Tigaraksa Kab. Tangerang-Banten.

Mengawali pendidikan yang pertama di :

SD Negeri Kadongdong Angkatan tahun 2004/2005 kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 2 Tigaraksa angkatan tahun 2007/2008, sekarang meanjutkan studinya di SMA Negeri 1 Tigaraksa angkatan tahun 2010/2011.

Organisasi yang pernah di ikuti selama sekolah diantaranya:

Sepak Bola di SDN Kadongdong

Badminton di SMPN 2 Tigaraksa

Sepak Bola di SMAN 1 Tigaraksa

Hobo : bermain sepak bola, nongkrong, listening music, dan nyari cewe tentunya.

Cita-cita : ingin menjadi orang yang sukses dan bisa di banggakan oleh orang tua, bangsa dan negara.

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: