muhamad gunawan

Just another WordPress.com site

Stitistik Deskriptif Pertemuan 14

Pertemuan 14

ANAVA FAKTORIAL

Anava faktorial atau sering juga disebut Anava ganda adalah teknik statistik parametrik yang digunakan untuk menguji perbedaan antara kelompok-kelompok data yang berasal dari 2 variabel bebas atau lebih. Penggunaan Anava faktorial dalam analisis data penelitian mempunyai beberapa keuntungan

Pertama, peneliti dapat memanipulasikan 2 variabel bebas atau lebih secara serempak. Dengan cara seperti ini peneliti dapat melihat pengaruh dari bermacam-macam variabel bebas terhadap variabel terikat baik secara terpisah (mandiri) maupun gabungan (interaksi). Kedua, Anava factorial memiliki taraf presisi (ketepatan) yang lebih tajam dibanding Anava 1 jalur. Misalnya, suatu penelitian yang bertujuan menguji perbedaan penyesuaian diri (konformitas) sekelompok remaja, maka peneliti dapat mengkajinya dengan menggunakan beberapa variabel bebas antara lain: variabel kecemasan, rasa bersalah, suku, iklim kelompok dan sebagainya.

Dengan penggunaan variabel bebas yang banyak, maka akan didapatkan beberapa jenis Anava Faktorial, antara lain: Anava factorial 2 jalur (apabila menggunakan 2 variabel bebas), Anava factorial 3 jalur (apabila menggunakan 3 variabel bebas), dan sebagainya. Pada dasarnya perhitungan antara Anava 1 jalur dengan Anava factorial menggunakan dasar yang sama, bedanya kalau Anava 1 jalur hanya memiliki 1 varian antar kelompok sedangkan Anava factorial memiliki lebih dari 1 varian antar kelompok ditambah varian interaksi. Contoh untuk rancangan Anava faktorial 2 jalur seperti pada tabel 6.5.

Tabel 6.5 Rancangan Analisis Varian Faktorial 2 Jalur

Variabel bebas (A) Variabel bebas (B)
B1 B2 B3
A1

A2

A3

…………….

…………….

…………….

…………….

…………….

…………….

…………….

…………….

…………….

Misalnya dalam suatu penelitian eksperimen bidang Psikologi Sosial, peneliti akan menguji hipotesis tentang metode penyampaian dan jenis himbauan yang efektif untuk mengubah sikap yang dilandasi oleh prasangka pada para remaja. Metode penyampaian himbauan digunakan sebagai variabel bebas A yang dibagi menjadi 2 kategori, yaitu A1 metode yang disampaikan dengan berapi-api dan A2 adalah metode yang disampaikan dengan tenang. Sedangkan jenis himbauan merupakan variabel bebas B, yang akan dibagi menjadi 3 kategori, yaitu B1 jenis himbauan religius, B2 himbauan sportif, dan B3 adalah himbauan demokratis. Perubahan sikap (variabel terikat) yang ditunjukkan oleh sampel sebagai akibat dari 2 variabel bebas tersebut diukur setelah pelaksanaan eksperimen, misalnya secara fiktif skor-skor perubahan sikap seperti pada tabel 6.6.

Tabel 6.6.Skor Perubahan Sikap yang Dilandasi Prasangka

Metoda (A) Jenis Himbauan (B)
Religius (B1) Sportif (B2) Demokratis (B3)
Berapi-api (A1)

Tenang (A2)

7,8,6,4

9,8,7,6

5,7,4,3

8,6,5,4

4,3,5,2

5,6,4,3

Untuk mengerjakan anava faktorial kita harus mempersiapkan tabel penolong seperti pada tabel 6.7.

Tabel 6.7.Tabel penolong untuk menghitung anava faktorial 2 Jalur

A B1 B2 B3 Total
A1 7

8

6

4

49

64

36

16

5

7

4

3

25

49

16

9

4

3

5

2

16

9

25

4

16

18

15

9

90

122

7

29

25 165 19 99 14 54 58 318
A2 9

8

7

6

81

64

49

36

8

6

5

4

64

36

25

16

5

6

4

3

25

36

16

9

22

20

16

13

170

136

90

61

30 230 23 141 18 86 71 457
Total 55 395 42 240 32 140 129 775

Berdasarkan harga-harga yang diperoleh dari tabel 49 maka untuk menemukan harga F Anava faktorial 2 jalur dapat dilakukan hal-hal sebagai berikut:

  1. Menghitung Jumlah kuadrat total (Jkt), antar kelompok A (JkA), antar kelompok B (JkB), interaksi antara kelompok A dan kelompok B (JkAB), dan dalam kelompok (Jkd).

pastedGraphic.pdf

pastedGraphic_1.pdf

pastedGraphic_2.pdf

pastedGraphic_3.pdf

pastedGraphic_4.pdf

pastedGraphic_5.pdf

pastedGraphic_6.pdf

pastedGraphic_7.pdf

pastedGraphic_8.pdf

pastedGraphic_9.pdf

pastedGraphic_10.pdf

pastedGraphic_11.pdf

pastedGraphic_12.pdf

pastedGraphic_13.pdf

pastedGraphic_14.pdf

pastedGraphic_15.pdf

pastedGraphic_16.pdf

  1. Menghitung derajat kebebasan (dbt), antar A (dbA), antar B (dbB), interaksi A x B (dbAB), dan dalam kelompok (dbd).

pastedGraphic_17.pdf

pastedGraphic_18.pdf

pastedGraphic_19.pdf

pastedGraphic_20.pdf

pastedGraphic_21.pdf

  1. Menghitung rata-rata kuadrat antar A (RkA), antar B (RkB), interaksi A x B (RkAB), dan dalam kelompok (RkD)

pastedGraphic_22.pdf

pastedGraphic_23.pdf

pastedGraphic_24.pdf

pastedGraphic_25.pdf

  1. Menghitung rasio FA, FB, dan FAB

pastedGraphic_26.pdf

pastedGraphic_27.pdf

pastedGraphic_28.pdf

  1. Melakukan uji signifikansi pada semua harga F.
  1. Rasio F = 3,07. Dengan menggunakan dbA = 1 dan dbB = 18 didapatkan harga F teoritis dalam tabel nilai-niai F sebesar 4,41 pada taraf 5% dan 8,28 pada taraf 1%. Berdasarkan hal ini dapat dibuktikan  bahwa harga F empirik lebih kecil (tidak signifikan) dibandingkan harga F teoritis baik pada taraf 5%, maupun pada taraf 1%. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah: tidak terdapat perubahan sikap yang signifikan pada para remaja bila ditinjau dari metode penyampaian himbauan yang digunakan. Dengan kala lain metode penyampaian himbauan tidak mempengaruhi perubahan sikap yang dilandasi prasangka pada para remaja.
  2. Rasio FB = 7,26. Dengan menggunakan dbB = 2 dan dbd = 18 harga F teoritis dalam tabel nilai-nilai F  sebesar 3,55 pada taraf 5% dan 6,01 pada taraf 1%. Berdasarkan hal ini dapat dibuktikan bahwa harga F empirik lebih besar (signifikan) dibanding harga F teoritis pada taraf 5% maupun 1%. Kesimpulan yang dapat ditarik bahwa terdapat perbedaan perubahan sikap yang signifikan pada para remaja bila ditinjau dari jenis-jenis himbauan yang digunakan, dimana jenis himbauan religius (B1) memiliki efektifitas yang paling tinggi dengan rata-rata sebesar 6,88, kemudian disusul jenis himbauan sportif (B2) dengan rata-rata sebesar 5,25, dan yang paling rendah efektifitasnya adalah jenis himbauan demokratis (B3) yang memiliki harga rata-rata sebesar 4.
  3. Rasio FAB = 0,02. Dengan menggunakan dbAB = 2 dan dbd = 18 didapatkan harga F teoritis dalam tabel nilai-nilai F sebesar 3,55 pada taraf 5% dan 6,01 pada taraf 1%. Berdasarkan hal ini dapat dibuktikan bahwa harga F empirik lebih kecil (tidak signifikan) dibandingkan harga F teoritis pada taraf 5% maupun 1%. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah: tidak terdapat perbedaan perubahan sikap yang signifikan pada para remaja bila ditinjau secara bersama-sama (berinteraksi) antara metode penyampaian (A) dan jenis-jenis himbauan yang digunakan (B) dalam penelitian.
  1. Berdasarkan harga-harga yang sudah didapatkan dalam perhitungan Anava tersebut dapat dibuat tabel berikut ini.

Tabel 6.8. Tabel rangkuman analisis varian 2 Jalur

Sumber Jk db Rk Fe Ft Interpretasi
Antar A

Antar B

Interaksi

A x B

Dalam (d)

7,09

33,25

0,09

41,25

1

2

2

18

7,03

16,63

0,045

2,29

3,07

7,26

0,02

4,49(5%)

6,93(1%)

3,55(5%)

6,01(1%)

3,55(5%)

6,01(1%)

Tdk Signifikan

Tdk Signifikan

Signifikan

Signifikan

Tdk signifikan

Tdk signifikan

Total 81,62 23

Anava Faktorial 3 Jalur

Anava faktorial 3 jalur adalah teknik statistik parametrik yang digunakan untuk menguji perbedaan kelompok-kelompok data interval atau rasio yang berasal dari 3 variabel bebas. Prosedur penghitungannya menggunakan dasar-dasar seperti yang diterapkan pada analisis varian faktorial 2 jalur, akan tetapi variasi interaksi antar variabel akan menjadi lebih banyak.

Misalnya dalam suatu penelitian bidang psikologi industri ingin menguji perbedaan produktifitas kerja (variabel y) ditinjau dari tingkat kecerdasan (variabel bebas A), penyesuaian sosial (variabel bebas B), dan tingkat kematangan emosi (variabel bebas C). Variabel tingkat kecerdasan (A), dibagi menjadi 3 bagian yaitu: tinggi (A1), sedang (A2), dan rendah (A3). Variabel penyesuaian sosial (B) dibagi menjadi 2 bagian yaitu: Baik (B1) dan buruk (B2). Variabel kematangan emosi (C) dibagi menjadi 3 bagian yaitu: tinggi (C1), sedang (C2), dan rendah C3). Peneliti mengambil sampel secara random pada 72 karyawan, dan setelah dilakukan penelitian didapatkan skor-skor produktifitas kerja pada tabel 6.9 sebagai berikut:

Tabel 6.9.Skor Produktivitas Kerja Karyawan sesuai kelompok perlakuan.

Tingkat

Kecerdasan

Penyesuaian

Sosial

(B)

Kematangan Emosi ( C )
Tinggi (C1) Sedang (C2) Rendah (C3)
(A)
Tinggi (A1) Baik (B1) 9,8,10,11 9,7,10,11 6,7,8,4
Buruk (B2) 7,8,9,8 7,6,5,7 7,5,4,4
Sedang (A2) Baik (B1) 10,9,12,13 8,6,9,10 5,7,6,4
Buruk (B1) 7,7,6,8 6,7,4,5 6,5,5,4
Rendah (A3) Baik (B1) 8,7,10,9 7,6,8,4 8,5,4,3
Buruk (B2) 6, 7, 6, 8 6,6,5,5 5,6,4,3

Untuk menghitung harga F dari Anava faktorial 3 jalur dengan mendasarkan diri pada tabel 6.9 maka harus dipersiapkan tabel penolong seperti tabel 6.10.

Tabel 6.10.Tabel Penolong untuk menghitung  Anava Faktorial 3 Jalur.

A B C1 C2 C3 Total
B1 9

8

10

11

81

64

100

121

9

7

10

11

81

49

100

121

6

7

8

4

36

49

64

16

24

22

28

26

198

162

264

258

A1 38 366 37 351 25 165 100 882
B2 7

8

9

8

49

64

81

64

7

6

5

7

49

36

25

49

7

5

4

4

49

25

16

16

21

19

18

19

147

125

122

129

32 258 25 159 20 106 77
70 624 62 510 45 271 177 1405
B1 10

9

12

13

100

81

144

169

8

6

9

10

64

36

81

100

5

7

6

4

25

49

36

16

23

22

27

27

189

162

261

285

A2 44 494 33 281 22 126 99 901
B2 7

7

6

8

49

49

36

64

6

7

4

5

36

49

16

25

6

5

5

4

36

25

25

16

19

19

15

17

121

123

77

426

28 198 22 126 20 102 70 747
72 692 55 407 42 228 169 1327
B1 8

7

10

9

64

49

100

81

7

6

8

4

49

36

64

16

7

5

4

3

49

25

16

9

22

18

22

16

162

110

180

106

A3 34 294 25 165 19 99 78 558
B2 6

7

6

8

36

49

36

64

6

6

5

5

36

36

25

24

5

6

4

3

25

36

16

9

17

19

15

16

162

110

180

106

27 185 22 22 18 86 67 393
61 479 47 287 37 185 145 951
Total 203 1795 164 1204 124 684 491 3683

Berdasarkan harga-harga yang diperoleh dari tabel 6.10 di atas dapat dilakukan perhitungan harga F sebagai berikut:

  1. Menghitung nilai-nilai jumlah kuadrat
  1. Jumlah kuadrat total (Jkt)

pastedGraphic_29.pdf

pastedGraphic_30.pdf

  1. Jumlah kuadrat antar A (JkA)

pastedGraphic_31.pdf

                      pastedGraphic_32.pdf

pastedGraphic_33.pdf

  1. Jumlah kuadrat antar B (JkB)

pastedGraphic_34.pdf

pastedGraphic_35.pdf

pastedGraphic_36.pdf

  1. Jumlah kuadrat antar C (JkC)

pastedGraphic_37.pdf

pastedGraphic_38.pdf

pastedGraphic_39.pdf

pastedGraphic_40.pdf

  1. Jumlah kuadrat interaksi AB(JkAB)

pastedGraphic_41.pdf

pastedGraphic_42.pdf

pastedGraphic_43.pdf

  1. Jumlah kuadrat interkasi AC (JkAC)

pastedGraphic_44.pdf

pastedGraphic_45.pdf

pastedGraphic_46.pdf

pastedGraphic_47.pdf

  1. Jumlah kuadrat interaksi BC (JkBC)

pastedGraphic_48.pdf

pastedGraphic_49.pdf

pastedGraphic_50.pdf

pastedGraphic_51.pdf

pastedGraphic_52.pdf

  1. Jumlah kuadrat interaksi ABC (JkABC)

pastedGraphic_53.pdf

pastedGraphic_54.pdf

pastedGraphic_55.pdf

pastedGraphic_56.pdf

pastedGraphic_57.pdf

pastedGraphic_58.pdf

  1. Jumlah kuadrat dalam kelompok (Jkd)

pastedGraphic_59.pdf

pastedGraphic_60.pdf

pastedGraphic_61.pdf

pastedGraphic_62.pdf

  1. Menghitung derajat kebebasan:

pastedGraphic_63.pdf

pastedGraphic_64.pdf

pastedGraphic_65.pdf

pastedGraphic_66.pdf

pastedGraphic_67.pdf

pastedGraphic_68.pdf

pastedGraphic_69.pdf

pastedGraphic_70.pdf

pastedGraphic_71.pdf

  1. Menghitung Rata-rata kuadrat (Rk):

pastedGraphic_72.pdf

pastedGraphic_73.pdf

pastedGraphic_74.pdf

pastedGraphic_75.pdf

pastedGraphic_76.pdf

pastedGraphic_77.pdf

pastedGraphic_78.pdf

pastedGraphic_79.pdf

  1. Menghitung Rasio F

pastedGraphic_80.pdf

pastedGraphic_81.pdf

pastedGraphic_82.pdf

pastedGraphic_83.pdf

pastedGraphic_84.pdf

pastedGraphic_85.pdf

pastedGraphic_86.pdf

  1. Membuat Tabel 6.11. Ringkasan Anava Faktorial 3 Jalur
Sumber Jk db Rk Fe Ft Interpretasi
Antar A

Antar B

Antar C

Interaksi AB

Intaraksi AC

Interaksi BC

Intaraksi ABC

Dalam Klp(d)

23,11

55,12

130,03

6,99

3,67

10,74

29,14

75,85

2

1

2

2

4

2

4

54

11,56

55,12

65,02

3,5

0,92

5,37

7,29

1,4

8,26

39,37

46,44

2,5

0,66

3,84

5,21

3,17(5%)

5,01(1%)

4,02(5%)

7,12(1%)

3,17(5%)

5,01(1%)

3,17(5%)

5,01(1%)

2,54(5%)

3,68(1%)

3,17(5%)

5,01(1%)

2,54(5%)

3,68(1%)

Tdk Sign

Tdk Sign

Signifikan

Signifikan

Signifikan

Signifikan

Tdk sign

Tdk sign

Tdk sign

Tdk sign

Signifikan

Tdk sign

Signifikan

Signifikan

Total 334,71

Berdasarkan tabel ringkasan (tabel 6.11) dapat ditarik beberapa kesimpulan penelitian sebagai berikut:

  1. Terdapat perbedaan yang signifikan pada produktifitas kerja karyawan bila ditinjau dari tingkat kecerdasannya, yang berarti bahwa tingkat kecerdasan menentukan besarnya produktifitas kerja karyawan. Hal ini ditunjukkan oleh harga Fe pada sumber antar A (tingkat kecerdasan) yang lebih besar dari pada harga teoritiknya (Ft). lebih jauh dapat diketahui bahwa prodktifitas kerja subyek yang memiliki kecerdasan tinggi adalah lebih besar dibandingkan yang lain, dimana nilai rata-rata produktifitas kerja pada kecerdasan tinggi sebesar 7,38 sedang 7,04 dan rendah 6,04.
  2. Terdapat perbedaan yang signifikan pada produktifitas kerja karyawan bila ditinjau dari variabel penyesuaian sosial. Hal ini ditunjukkan oleh harga Ft pada sumber B (penyesuaian sosial). Lebih rinci dapat dibuktikan bahwa karyawan dengan tingkat penyesuaian sosial yang baik memiliki skor produktifitas kerja yang lebih tinggi (=7,69) dari pada yang penyesuaian sosial yang buruk (=5,94).
  3. Terdpat perbedaan yang signifikan pada produktifitas kerja karyawan bila ditinjau dari variabel kematangan emosi. Hal ini ditunjukkan oleh harga Fe lebih besar dari pada Ft pada sumber antar C (kematangan emosi). Lebih rinci dapat dibuktikan bahwa dengan tingkat kematangan emosi yang tinggi memiliki skor produktifitas kerja yang paling tinggi (=8,46) dari pada tingkat kematangan emosinya sedang (=6,83), dan yang paling rendah produktifitasnya adalah karyawan dengan kematangan emosi rendah yaitu memiliki mean sebesar 5,17.
  4. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada produktifitas kerja karyawan bila ditinjau dari tingkat kecerdasan dan penyesuaian sosial secara bersamaan (interaksi). Berarti bahwa interaksi antara tingkat kecerdasan dan penyesuaian sosial tidak menentukan besarnya tingkat produktifitas kerja karyawan. Hal ini ditunjukkan oleh harga Fe pada sumber interaksi AB lebih kecil dari pada harga teoritiknya (Ft).
  5. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada produktifitas kerja karyawan bila ditinjau dari tingkat kecerdasan dan kematangan emosi secara bersamaan (interaksi). Berarti bahwa interaksi antara tingkat kecerdasan dan kematangan emosi tidak menentukan besarnya produktifitas kerja karyawan. Hal ini ditunjukan oleh harga Fe pada sumber interaksi AC lebih kecil daripada harga teoritiknya (Ft).
  6. Pada taraf 5% terdapat perbedaan yang signifikan pada produktifitas kerja karyawan bila ditinjau dari interaksi antara variabel penyesuaian sosial dengan kematangan emosi. Hal ini ditunjukkan oleh harga Fe lebih besar daripada Ft pada sumber interaksi BC. Akan tetapi tidak signifikan atau tidak terdapat perbedaan produktifitas kerja pada taraf 1%.
  7. Terdapat perbedaan yang signifikan pada produktifitas kerja karyawan bila ditinjau dari interaksi antara kecerdasan, penyesuaian emosi dan kematangan emosi. Hal ini ditunjukkan oleh harga Fe lebih besar dari pada Ft pada sumber interaksi ABC. Ini artinya bahwa produktifitas kerja ditentukan oleh interaksi antara variabel kecerdasan, penyesuaian sosial, dan kematangan emosi secara bersama-sama.

Evaluasi Pertemuan 13 dan Pertemuan 14

  1. Tiga orang dosen mengajar statistik pada kelas yang berbeda. Skor hasil ujian akhir yang diberikan oleh ketiga orang dosen adalah sebagai berikut:

Dosen A : 65 60 75 50 55 58 70 78 40 45 55 60 70 68 75 73 66 60 48 50

Dosen B : 70 85 60 55 60 70 68 75 80 85 80 75 75 70 65 65

Dosen C : 60 60 65 40 45 40 50 50 55 60 68 70 65 58 50 45 45 60 55

Apakah terdapat perbedaan skor hasil ujian yang diberikan oleh ketiga orang dosen tersebut?. Gunakan uji signifikansi pada taraf 5 %.

  1. Penelitian akan menguji pengaruh kemakmuran lingkungan kehidupan terhadap prestasi belajar siswa. Kemakmuran lingkungan hidup dibagi menjadi 3, bagian yaitu (A) lingkungan makmur, (B) lingkungan menengah, dan (C) lingkungan tidak makmur. Data yang diperoleh sebagai berikut:
 Belajar
A : 5 6 7 7 6 8 6 7
B : 4 3 6 5 5 6 4 3
C : 2 2 4 3 3 5 4 2
  1. Hitunglah harga F empirik
  2. Uji signifikannya pada taraf 5 %.
  3. Buat tabel ringkasannya
  1. Peneliti akan menguji pengaruh pola asuh dari jenis pekerjaan orang tua terhadap kemandirian remaja. Pola asuh (A) dibagi menjadi 3, yaitu otoriter (A1), demokratis (2) dan permisif (A3). Sedangkan jenis pekerjaan (B) dibagi menjadi : Pegawai negeri (B1), Wiraswasta (B2), dan lain-lain (B3). Skor-skor kemandirian remaja adalah sebagai berikut:
  2. pastedGraphic_87.pdf
  1. Hitung harga F empirik
  2. Uji signifikannya dengan taraf 5 %.
  3. Buatlah tabel ringkasannya
  4. Buatlah kesimpulannya
  1. Peneliti akan menguji pengaruh asal daerah (A), tipe kepribadian (B), dan latar belakang pendidikan  orang tua (C) terhadap penyesuaian sosial (Y) remaja. Asal daerah (A) dibagi menjadi: kota (A1), pinggir kota (A2), dan desa (A3). Tipe kepribadian (B) dibagi menjadi: introvert (B1) dan ekstrovert (B2). Latar belakang pendidikan (C) dibagi menjadi: tinggi (C1), sedang (C2), dan rendah (C3). Data yang diperoleh adalah sebagai berikut:
A B C1 C2 C3
A1 B1 3,  5,  6 6,  6,  5 7,  6,  7
B2 4,  5,  5 6,  5,  5 6,  6,  6
A2 B1 5,  6,  7 7,  7,  6 7,  8,  8
B2 4,  5,  5 6,  4,  4 4,  5,  6
A3 B1 6,  7,  7 7,  8,  8 8,  7,  6
B2 8,  8,  7 7,  7,  6 6,  5,  6
  1. Hitung harga F empirik
  2. Uji signifikannya
  3. Buat tabel ringkasannya
  4. Buat kesimpulannya
  1. Data berikut adalah skor hasil ujian 8 orang mahasiswa baru masing-masing berasal dari SMU dan SMK untuk mata kuliah Statistik, Kalkulus, dan Fisika.
No Statistik

SMU         SMK

Kalkulus

SMU            SMK

Fisika

SMU              SMK

1

2

3

4

5

6

7

8

50            55

45            45

45            40

55            53

45            50

40            54

55            48

50            52

55               55

50               48

55               50

40               35

45                40

50                53

55                50

45                45

35                  28

40                  38

44                  45

35                  40

45                  40

35                 35

40                 45

45                  43

  1. Ujilah bahwa tidak ada perbedaan kemampuan antara mahasiswa yang berasal dari SMU dan SMK pada taraf signifikansi 5%.
  2. Ujilah bahwa kemampuan mahasiswa untuk ketiga mata kuliah tersebut tidak berbeda dengan menggunakan taraf signifikansi 5 %.
  3. Ujilah bahwa tidak ada interaksi antara mata kuliah dengan asal sekolah mahasiswa.
  1. Data penjualan 5 merek komputer dalam 10 hari di sebuah Mall menunjukkan bahwa jumlah komputer yang terjual adalah sebagai berikut.

Hari ke-   : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Merek A  : 25 35 30 40 35 45 45 50 55 60

Merek B  : 30 40 45 45 60 56 65 70 65 70

Merek C  : 20 16 20 25 15 25 30 25 25 30

Merek D  : 35 35 30 30 40 45 40 40 35 45

Merek E  : 35 40 40 45 50 65 65 75 70 75

  1. Apakah terdapat perbedaan rata-rata yang terjual di antara kelima merek komputer tersebut dengan taraf signifikansi 5 %.
  2. Cobalah dilanjutkan dengan uji antara merek apa dengan apa yang berbeda.

DAFTAR PUSTAKA

Adiningsih, S, 1998, Statistik, BPFE: Yogyakarta.

Dali S Naga, 2008, Probabilitas dan Sekor pada Hipotesis Statistik, UPT Penerbitan Universitas Tarumanegara: Jakarta.

Dermawan, W, 2003, Riset Bisnis : Panduan Bagi Praktisi dan Akademisi, Gramedia: Jakarta.

Iqbal Hasan, M, 2002, Pokok-Pokok Materi Statistik I (Statistik Deskriptif), Bumi Aksara : Jakarta.

Lungan, R. 2006, Aplikasi Statistik dan Hitung Peluang, Graha Ilmu: Yogyakarta.

Murdan, 2003, Statistik Pendidikan dan Aplikasinya, Global Pustaka Utama: Yogyakarta.

Murray R Spiegel, Larry J Stephens, 2007, Statistik, Terjemahan: Wiwit Kastawan, Erlangga: Jakarta.

Ngurah Agung, I.G. 2004, Statistika: Penerapan Metode Analisis Untuk Tabulasi Sempurna dan Tak Sempurna Dengan SPSS. Rajawali Press: Jakarta.

Ngurah Agung, I.G. 2001, Statistika: Analisis Hubungan Kausal Berdasarkan Data Kategorik, Rajawali Press: Jakarta.

Nurgiyantoro, Gunawan, Marzuki, 2002, Statistik Terapan Untuk Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, UGM Press: Yogyakarta.

Prabawati, T.A, 2009, Mengolah Data Statistik Hasil Penelitian dengan SPSS 17, Penerbit Andi: Yogyakarta.

Riduwan, Kuncoro, E.A, 2007, Cara Menggunakan dan Memaknai Analisis Jalur (Path Analysis), Alfabeta : Bandung.

Ronald E Walpole, Myers, R.H, 1995, Ilmu Peluang dan Statistika Untuk Insiyur dan Ilmuwan, ITB : Bandung.

Siregar, S, 2004, Statistik Terapan untuk Penelitian, Grasindo: Jakarta.

Sudjana, 1996, Metode Statistika, Tarsito: Bandung.

Sugiarto, Siagian D, Lasman, T.S, 2003, Teknik Sampling, Gramedia: Jakarta.

Sugiyono, 2003, Statistika untuk Penelitian, Alfabeta: Bandung.

Sunyoto, D, 2009, Analisis Regresi dan Uji Hipotesis, Medpress: Yogyakarta.

Supranto, J, 2005, Statistik: Teori dan Aplikasi, Erlangga: Jakarta.

Winarsunu, T, 2002, Statistik Dalam Penelitian Psikologi dan Pendidikan, UMM Press: Malang.

Wibisono, Y, 2005, Metode Statistik, UGM Press: Yogyakarta.

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: