muhamad gunawan

Just another WordPress.com site

Pertemuan7

DINAMIKA PELAKSANAN UNDANG-UNDANG DASAR 1945

•    Masa awal kemerdekaan, bangsa indonesia sedang mengalami berbagai macam gangguan. Kolonialisme belanda berupaya membonceng tentara sekutu.
•    Terjadi juga pemberontakan yang bersumber pada pertentangan ideologi yang ingin menampilkan ideologi lain.
•    Sistem pemerintahan belum dapat dilaksanakan, segala kekuasaan dijalankan oleh presiden dengan dalil untuk menangkal ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan.

Tanggal 5 juli 1959 presiden mengeluarkan dekrit yang isinya  :
1. Membubarkan konstituante,
2. Menetapkan UUD 1945 berlaku lagi, bagi segenap bangsa indonesia dan seluruh tumpah darah indonesia, terhitung mulai  hari & tanggal penetapan dekrit, maka tidak berlaku lagi UUDS 1950.
3. Pembentukan MPRS yang terdiri dari anggota-anggota DPR ditambah dari utusan-utusan dari daerah-daerah & golongan-golongan serta DPAS.

•    Masa Orde Lama, Dikeluarkan dekrit tsb. Maka berlaku kembali negara RI. Namun realisasi ketatanegaran tidak dilaksanakan sesuai UUD 1945, dalam berbagai bidang kebijaksanaan negara :

Presiden mencanangkan demokrasi terpimpin, dalam pengertian demokrasi yang sesuai dengan sila ke 4 pancasila. “terpimpin” mengacu kepada dipimpin oleh hikmat kebijaksanan dalam permusyawaratan/perwakilan. Tetapi dalam praktek menjadi terpimpin oleh presiden, akibatnya terjadi penyimpangan-penyimpangan.

•    Masa Orde Baru, lahir dengan tekad awal untuk mengembalikan keadaan setelah pemberontakan G30S PKI, serta tekad untuk mewujudkan tatanan kehidupan masyarakat, bangsa & negara atas dasar pelaksanaan pancasila & UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Juga sebagai pelopor pembangunan nasional sehingga orde baru sering diistilahkan orde pembangunan.

Awal kekuasaan orde baru untuk memperbaiki nasib bangsa dalam berbagai bidang, a.l. Bidang politik, ekonomi, sosial, budaya maupun keamanan. DI dibidang politik dilaksnakan pemilu.

bangsa indonesia memang melaksanakan perubahan, peningkatan nasib bangsa dalam berbagai bidang melalui satu program yang disebut Pelita (pembangunan lima tahun).
Namun, lambat laun program-program negara bukan lagi untuk rakyat melainkan kekuasaan & ambisi. Kekuasaan menjalar keseluruh sendi-sendi kehidupan ketatanegaraan indonesia. Kekuasaan menjadi otoriter seakan-akan dilaksnakan secara demokratis.
Realisasi UUD 1945 praktis lebih banyak memberikan porsi kekuasaan presiden.

•    Masa Reformasi, akibat ketidakpuasan masyarakat, maka terjadi gerakan yang dipelopori oleh generasi muda terutama mahasiswa sebagai suatu gerakan moral, memiliki kekuatan yang luar biasa yang menuntut adanya“reformasi” disegala bidang kehidupan negara terutama bidang politik, ekonomi & hukum.
Catatan: Reformasi mengandung arti perbaikan, pembaharuan atau pemulihan kembali. Reformasi lahir dari suatu gerakan masyarakat yang menuntut diadakan perubahan-perubahan yang menyangkut berbagai bidang kehidupan, seperti: bidang politik, ekonomi, sosial, hukum dan hankam.

•    Keberhasilan reformasi ditandai dengan turunnya soeharto pada tanggal 21 mei 1998, yang diganti oleh prof. DR. B.J. Habibie sebagai presiden RI. Pemerintahan ini, merupakan pemerintahan transisi.

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: