muhamad gunawan

Just another WordPress.com site

Pertemuan3

PANCASILA YURIDIS KENEGARAAN

Pancasila sebagai obyek pembahasan ilmiah memiliki ruang lingkup yang sangat luas ,tergantung pada obyek forma atau sudut pandang pembahasannya masing masing.

•   Pancasila dibahas dari sudt pandang moral atau etika, maka lingkup pembahasannya meliputi :          “Etika pancasila” dibahas dari sudut pandang ekonomi kita dapatkan bidang “Ekonomi pancasila”, dari sudut pandang filsafat  “filsafat pancasila” yang meliputi aksimiologi, epistimologi. Bilamana di bahas dari sudut pandang yuridis kenegaraan , maka kita dapatkan bidang “Pancasila yuridis negara.

•   Pancasila yuridis kenegaraan, meliputi kedudukan sebagai dasar negara  yang meliputi bidang yuridis dan ketata negaraan.

•   Realisasi pancasila di segala aspek penyelenggaraan negara , baik yang menyangkut norma hukum maupun norma moral.

•   Pembahasan pancasila yuridis kenegaraan,  Meliputi pengetahuan deskriptif, kausal dan normatif.

•   Tingkat penegtahuan ilmiah essensialdi bahas dalam bidang filsafat pancasila, yaitu membahas sila-sila sampai inti sarinya, makna yang terdalam, atau membahas sila-sila pancasila sampai tingkat hakikatnya.

SECARA ILMIAH

Sebagai suatu kajian ilmiah harus memiliki syarat ilmiah yaitu dengan metode analisis-abstraksi-sistesis.  Pengetahuan ilmiah perlu disusun sebagai suatu sitem, antara bagian yang satu dengan bagian yang lain dari susunan itu saling berhubungan, dan semua bagian mupakan satu kesatuan.

Sistem pengetahuan ilmiah itu bertingkat-tingkat sebagaimana dikemukakan oleh  I.R Poedjowidjatmo dalam bukunya :

tahu dan pengetahuan”,

sbb. : 1.  Berobyek,2.  Bermetode,3.  Bersistem,4.  Bersifat Universal.

1.   BEROBYEK

 Syarat suatu pengetahuan ilmiah, bahwa pengetahuan ilmiah itu harus memiliki obyek. Obyek harus ditetapkan dengan jelas. Dalam filsafat ilmu pengetahuan dibedakan dalam 2 macam yaitu “OBYEK FORMA” dan “OBYEK MATERIA”.

         Obyek Forma dari pancasila,merupakan suatu sudut pandang tertentu.

Pancasila yang dalam arti forma, yaitu pancasila yang sudah tertentu bunyinya, dan berkedudukan hukum sebagai dasar filsafat negara, yang pada hakikatnya pancasila dapat dibahas dari berbagai macam sudur pandang.

Obyek Materia, pancasila adalah suatu obyek yang merupakan  sasaran pembahasan dan pengkajian, baik bersifat empiris maupun nonempiris.

Pancasila merupakan budaya bangsa, maka bangsa indonesia sebagai kausa  materialis pancasila atau sebagai asal mula nilai-nilai pancasila.

2.   BERMETODE

setiap pengetahuan harus memiliki metode ilmiah dalam pendekatannya yaitu seperangkat cara atau sistem, dalam rangka pembahasan pancasila untuk mendapatkan kebenaran yang bersifat obyektif.

Metode dalam pembahasan pancasila sangat tergantung pada karaktistik obyek forma maupun obyek materia.

Salah satu metode dalam pembahasan pancasila adalah metode “Analitico Syntetic” yaitu suatu perpaduan metode analitis dan sintetis.

Dikarenakan karena obyek pancasila banyak berkaitan dengan hasil-hasil budaya  & obyek sejarah, maka lazim digunakan metode “Hermeneutika: yaitu suatu metode untuk menemukan makna dibalik obyek.

3.   BERSISTEM

Pengetahuan ilmiah harus merupakan suatu kesatuan, artinya keseluruhan  proses dan hasil berpikir disusun dalam satu kesatuan yang bulat. Sling berhubungan, baik hubungan interlasi (saling hubungan) maupun interdepensi (saling ketergantungan) sehingga diperoleh satu kesatuan yang, harmonis, dan dinamis.

pembahasan pancasila sebagaimana dalam pembukaan uud 1945 secara ilmiah, harus merupajan suatu kesatuan & keutuhan. Bahkan pancasila itu sendiri dalam dirinya merupakan  suatu kesatuan dan keutuhan ”Majemuk tunggal” yaitu kelima sila, baik rumusannya, inti & sari dari pancasila, merupakan suatu kesatuan dan kebulatan.

4.   BERSIFAT UNIVERSAL

Kebenaran suatu pengetahuan ilmiah harus bersifat universal, tidak terbatas oleh waktu, situasi, maupun jumlah tertentu.

Kajian hakikat pancasila harus bersifat universal, dengan kata lain bahwa  intisari, essensi atau makna yang terdalam dari sila-sila pancasila adalah bersifat universal yang harus mendukung atas kesimpulan-kesimpulan dan pernyataan-pernyataan.

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: